PARIWISATA RUSIA LUNCURKAN PROGRAM RAMAH HALAL

Pelanggan di Bakhetle, supermarket Halal pertama du Kazan, Staro-Tatarskaya Sloboda. (Foto: Maksim Bogodvid/RIA Novosti)
Pelanggan di Bakhetle, supermarket Halal pertama du Kazan, Staro-Tatarskaya Sloboda. (Foto: Maksim Bogodvid/RIA Novosti)

Moskow, 29 Rabi’ul Awwal 1437/9 Januari 2016 (MINA) – Otoritas Pariwisata Rusia telah meluncurkan program untuk membuat lebih banyak produk makanan bersertifikat halal yang tersedia di negara itu.

Program Ramah Halal itu bertujuan untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim, khususnya dari Uni Emirat Arab, Arab Saudi, dan Kuwait, demikian laporan Halal Focus yang dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA), Sabtu (9/1).

Rusia meluncurkan program itu sejak Desember 2015 lalu untuk mendorong beberapa hotel dan restoran di negara tersebut guna memenuhi persyaratan halal.

Program Ramah Halal diluncurkan bertepatan dengan pembukaan kantor Kunjungan Rusia di Dubai pada pekan pertama Desember. Para pejabat Rusia berencana untuk menerapkan program untuk menarik lebih banyak wisatawan Muslim ke negara tersebut.

Tingkatkan Wisatawan Muslim

Irina Schegolkova, seorang pejabat Program Ramah Halal, mengatakan bahwa otoritas pariwisata Rusia selama ini belum memberikan perhatian yang cukup kepada wisatawan Timur Tengah.

“Padahal kelompok-kelompok tur dari negara-negara Muslim yang diperkirakan tiga kali lipat dalam waktu dekat. Program ini akan membantu menarik wisatawan dari Timur Tengah,” katanya.

“Di masa lalu, pengunjung dari Teluk terutama datang untuk keperluan bisnis, tapi sekarang kami berniat untuk menarik wisatawan biasa. Kami ingin menunjukkan kepada mereka musim dingin Rusia, sesuatu yang tidak ada di dunia mereka,” tambahnya.

Kantor Kunjungan Rusia akan dibuka di Kuwait, Arab Saudi dan negara-negara Teluk Persia lainnya. Otoritas pariwisata berencana berkerjasama dengan perusahaan penerbangan Dubai dan Emirates untuk mempromosikan Rusia sebagai tujuan wisata.

Karena itu, Rusia juga berencana untuk mengatur perjalanan sosialisasi tur yang beroperasi di negara-negara Muslim.

Program Halal akan fokus pada Moskow, St. Petersburg, Kazan, Sochi dan kota-kota dari Golden Ring. Menurut Schegolkova, kota-kota yang sudah memiliki infrastruktur dan hotel yang dapat memberikan layanan ramah halal. Daftar kota-kota akan diperluas dalam beberapa bulan ke depan.

“Sebelumnya, industri pariwisata Rusia berorientasi pada wisatawan Eropa dan Amerika, tapi sekarang lebih banyak perhatian kepada wisatawan dari Asia,” kata Schegolkova.

Selain masakan dari daerah Muslim Rusia dan negara-negara pecahan Uni Soviet, program itu bertujuan untuk membuat hidangan tradisional Rusia bersertifikat halal tersedia secara luas di negara tersebut. (T/R05/P4)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)