Rusia Pulangkan 27 Anak-Anak ISIS dari Irak

Baghdad, MINA – Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Rusia menyatakan pada Ahad (10/2), Moskow telah memulangkan 27 anak-anak yang ibunya ditahan di Irak karena menjadi anggota ISIS.

“Ada 27 anak-anak Rusia telah dipulangkan dari Baghdad,” kata Kemenlu.

“Ayah dari anak-anak itu terbunuh selama tiga tahun pertempuran antara militan ISIS dan pasukan Irak,” katanya, demikian Arab News memberitakan pada Senin (11/2) .

ISIS merebut kawasan besar Irak dalam serangan kilat 2014, sebelum pemerintah mengusir para militan dari pusat-pusat kota dan akhirnya menyatakan kemenangan pada Desember 2017 lalu.

Kemenlu mengatakan, Kremlin telah mengumumkan awal Januari bahwa 115 anak-anak Rusia berusia di bawah 10 tahun  bersama delapan anak berusia antara 11 dan 17 tahun masih ditahan di Irak.

November lalu, Kheda Saratova penasihat Perdana Mentri Chechnya Ramzan Kadyrov  memperkirakan sekitar 2.000  janda dan anak-anak dari pejuang ISIS Rusia yang masih di Irak dan Suriah.

Sekitar 100 wanita dan anak-anak, kebanyakan dari Republik Chechnya, telah kembali ke Rusia sejauh ini.

“Hampir 4.500 warga Rusia pergi ke luar negeri untuk berperang di pihak teroris,” kata badan intelijen domestik Dinas Keamanan Federal Federasi (FSB) Rusia tahun lalu.

Lebih dari 300 orang, termasuk sekitar 100 wanita asing, telah dijatuhi hukuman mati di Irak karena menjadi anggota ISIS, sementara yang lain telah divonis penjara seumur hidup. Sebagian besar dari mereka yang dihukum adalah orang Turki atau berasal dari bekas Republik Uni Soviet. (T/Haf/RS1)

Mi’raj News Agency (MINA)