Saat Selamatkan Diri dari ISIS, Anak-anak Mosul Diberi Pil Tidur

Ilustrasi: anak balita dari kota Mosul diberi pil tidur agar tidak bersuara saat perjalanan malam, menghindari deteksi dari ISIS. (Foto: TheWE.cc)

 

Mosul, 5 Jumadil Akhir 1438/4 Maret 2017 (MINA) – Ketika ribuan warga sipil Mosul berupaya menyelamatkan diri dengan cara mengungsi di malam hari, para orang tua memberikan anak-anak pil tidur agar tidak menangis untuk menghindari tertangkap oleh kelompok Islamic State (ISIS).

Warga di barat kota Mosul, Irak, mengungsi di saat pasukan khusus Irak bergerak maju ke distrik Wadi Hajar di Mosul Barat dan merebut kembali wilayah itu dari kelompok ISIS pada hari Jumat (3/3).

Nahla Ahmed (50) melarikan diri dari Mosul pada Kamis (2/3) malam. Ia berjalan lebih dari lima kilometer (tiga mil) dari rumahnya di lingkungan Shuhada.

“Semua keluarga bersembunyi di balik dinding. Kami memberi valium kepada anak-anak sehingga mereka tidur tidak menangis dan (para pejuang IS) tidak akan menangkap kami,” kata Ahmed, menjelaskan bagaimana mereka lolos dari daerah yang dikuasai ISIS. Demikian The New Arab memberitakan yang dikutip MINA.

Ahmed, seperti kebanyakan warga sipil lainnya, menyelamatkan diri dari Mosul dalam sepekan terakhir. Ia melarikan diri melalui lingkungan Mamun. Distrik ini sebagian besar dikuasai oleh pasukan khusus Irak.

Mayor Saif Ali yang ditempatkan di Mamun mengatakan, kerumunan besar warga sipil mulai mengalir ke daerah distrik tetangga hanya saat tengah malam. Mayor Ali mengatakan, warga sipil di Mosul Barat menjadi semakin putus asa ketika makanan dan air mulai habis.

“Total 7.000 orang melarikan diri melalui daerah ini tadi malam,” katanya. “Kami semua tadi malam mencoba mengendalikan orang banyak.”

Menurut PBB, sejak serangan dimulai di Mosul Barat, lebih dari 28.000 orang telah mengungsi akibat pertempuran.

Muthana Younis juga melarikan diri dari Mosul pada Kamis malam.

“Kami menunggu sampai semua pejuang ISIS meninggalkan jalan-jalan,” kata Younis.

Ia mengaku dirinya berjalan selama berjam-jam, melintasi lebih dari lima kilometer (tiga mil) bersama ibunya, ayah, kakak dan adik. (T/RI-1/P1)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)