Riyadh, MINA – Arab Saudi, Uni Emirat Arab (UEA) dan Oman pada Sabtu (8/5) mengecam rencana Israel untuk mengusir keluarga Palestina dari rumahnya di Yerusalem di tengah meningkatnya kekerasan di kota itu.
Israel memperkuat operasi keamanannya pada Sabtu setelah menyerang jamaah shalat tarawih pada Jumat malam di kompleks Masjid Al-Aqsa, membuat lebih 200 warga Palestina terluka.
Serangan pasukan Israel di situs tersuci ketiga umat Islam dan di sekitar Yerusalem Timur yang diduduki, terjadi di tengah kemarahan yang meningkat atas penggusuran yang direncanakan.
“Arab Saudi menolak rencana dan tindakan Israel untuk mengusir puluhan warga Palestina dari rumah mereka di Yerusalem dan memaksakan kedaulatan Israel atas mereka,” kata Kementerian Luar Negeri Saudi, Arab News melaporkan.
Baca Juga: Tentara Israel Cemas Jumlah Kematian Prajurit Brigade Golani Terus Meningkat
UEA yang menormalisasi hubungan dengan Israel tahun lalu, “mengutuk keras” penggusuran yang direncanakan tersebut.
Menteri Luar Negeri UEA Khalifa Al-Marar mendesak pihak berwenang Israel untuk “memikul tanggung jawab mereka – sejalan dengan hukum internasional – untuk memberikan perlindungan yang diperlukan terhadap hak warga sipil Palestina untuk menjalankan agama mereka, dan untuk mencegah praktik yang melanggar kesucian Masjid Suci Al-Aqsa.”
Oman juga mengatakan menolak kebijakan dan prosedur untuk menggusur orang Palestina dari rumah mereka di kota Yerusalem. Kesultanan menegaskan kembali “posisinya yang teguh dalam mendukung hak yang sah untuk mendirikan negara Palestina merdeka dalam perbatasan tahun 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya.”
Ketika ketegangan memuncak pada hari Sabtu, polisi Israel memasang penghalang jalan di dekat desa Abu Ghish di jalan raya utama menuju Yerusalem, bertujuan menghentikan bus yang penuh orang Palestina untuk mencapai Al-Aqsa. Polisi Israel menembakkan granat kejut.
Baca Juga: Anakku Harap Roket Datang Membawanya ke Bulan, tapi Roket Justru Mencabiknya
Ketika warga Palestina meninggalkan busnya dan berjalan sejauh 20 km yang tersisa ke Masjid Al-Aqsa, penduduk setempat datang menjemput mereka dengan mobil pribadi.
Bentrokan larut malam di Yerusalem mengikuti hari-hari ketegangan di lingkungan Sheikh Jarrah, tempat orang Israel berusaha untuk mengusir seluruh komunitas Palestina dan menyerahkan rumah mereka kepada pemukim Yahudi ultra-ekstrim.
Dewan Wakaf, Yordania, AS, Uni Eropa, dan negara-negara Eropa dan Arab, semuanya mengeluarkan pernyataan yang mengecam kekerasan di kota tersebut.
AS meminta semua pihak untuk menghindari tindakan yang dapat merusak pembicaraan status akhir antara Israel dan Palestina, termasuk permukiman. Resolusi Dewan Keamanan PBB 2334 menganggap semua permukiman ilegal. (T/RI-1/P2)
Baca Juga: Tim Medis MER-C Banyak Tangani Korban Genosida di RS Al-Shifa Gaza
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Laba Perusahaan Senjata Israel Melonjak di Masa Perang Gaza dan Lebanon