Sebanyak 100 Dokter Alumni Gontor Perkuat Sistem Penanganan Covid-19

Jawa Timur, MINA – Lebih dari 100 dokter alumni Pondok Modern Darussalam Gontor yang tergabung dalam Ikatan Dokter alumni Gontor (IDAGI) turut membantu memperkuat sistem dan mekanisme pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19 termasuk di Pondok sendiri.

“Selain memberikan saran dan masukan yang substansial dalam pencegahan dan percepatan penanganan Covid-19, mereka juga memberikan panduan untuk langkah-langkah strategis bagi Gontor dalam peningkatan kesehatan santri  dalam jangka panjang,” kata Ustadz Dr. M. Adib Fuadi Nuriz, Jubir Satgas Covid-19 Gontor dalam keterangan tertulisnya, Ahad (12/7).

“Dengan saran dan masukan mereka, kita mendapatkan landasan ilmiah dalam melangkah. Koordinasi dan konsultasi ini telah berlangsung semenjak epidemi ini terjadi. Dan semakin kita intensifkan semenjak tiga bulan terakhir ini,” lanjut Ustadz Adib

Para dokter tersebut, setelah tamat Gontor meneruskan ke jenjang pendidikan berikutnya di Fakultas Kesehatan di berbagai universitas di dalam dan luar negeri .

Diantaranya UGM, UMY, Trisakti, Yarsi, Undip, UNY, UNAIR, UNHAS, UMI Makassar, Unsyiah Aceh, Unjani, Al-Azhar University Mesir, dll.

Salah satu dari dokter tersebut adalah dr. Taniem Nawawi. Dokter yang bertugas di RSDC Wisma Atlet Kemayoran ini menyampaikan bahwa Gontor memiliki modal gaya hidup sehat.

“Pola kehidupan di Gontor dengan kesederhanaan dan taat akan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga jarak, sering mencuci tangan, makan makanan yang bergizi, berolahraga yang teratur, berjemur di pagi hari, serta menghandle stres agar imunitas tubuh tetap terjaga adalah modal yang sangat kuat untuk menjaga kesehatan,” ucap dr. Taniem.

Sebagaimana diketahui, sejak awal pandemi terjadi, Gontor menetapkan dengan ketat disiplin untuk menjaga jarak, mencuci tangan, mengenakan masker, dan memperbanyak wudhu.

“Kegiatan diatur ulang untuk memberikan kesempatan beristirahat yang cukup. Tempat santri berisitirahat pun ditata ulang untuk memastikan pemenuhan terhadap standar jarak fisik,” katanya. (R/R11/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)