Jakarta, MINA – Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia (Muslim World League/MWL), Dr. Muhammad Abdul Karim Al-Issa, memuji Indonesia sebagai salah satu negara dengan praktik terbaik dalam menjaga keberagaman, toleransi, dan harmoni sosial.
Ia menegaskan bahwa pengalaman Indonesia dalam memelihara persatuan di tengah keragaman agama, suku, dan bahasa merupakan “contoh yang harus disebarkan ke negara-negara Islam maupun non-Islam.”
“Dalam beberapa hari ini, kami mengeluarkan dan menyebarkan sebuah contoh yang berasal dari Indonesia, yang perlu disampaikan kepada negara-negara lain,” ujar Al-Issa dalam pertemuan dengan para tokoh dan ulama Indonesia, Rabu (3/12) malam di Jakarta.
Ia menilai karakter kebangsaan Indonesia sebagai kekuatan yang tidak dimiliki banyak negara lain.
Baca Juga: Komdigi Beri Batas Waktu Platform Digital Patuhi PP TUNAS, YouTube dan TikTok Disorot
Menurutnya, keberagaman Indonesia bukanlah titik lemah, melainkan kekayaan yang membangun persaudaraan kebangsaan dan memperkokoh stabilitas sosial.
“Indonesia sangat berhasil dalam menjaga persatuan dalam keberagaman masyarakatnya. Ini suatu hal yang istimewa dan memberi pengaruh besar bagi negara lain dan bagi kami,” kata Al-Issa.
Ia menambahkan, harmoni nasional Indonesia menjadi rujukan penting bagi banyak negara, termasuk Arab Saudi.
Tantangan Dunia Islam dan Pentingnya Keteladanan Indonesia
Baca Juga: Angka Kemiskinan di Papua Lampaui Rata-rata Nasional
Dalam dialog yang berlangsung hangat dan khidmat tersebut, Al-Issa juga menyinggung dinamika dan tantangan yang dihadapi dunia Islam saat ini, baik secara internal maupun eksternal.
Ia menekankan bahwa tantangan tersebut hanya dapat dihadapi dengan kesadaran keislaman yang matang, moderat, dan berorientasi pada kemaslahatan global.
“Keragaman Indonesia menjadikannya kuat, bukan terpecah,” ujarnya, sembari menyebut bahwa karakter inklusif Indonesia sangat relevan untuk menjawab kebutuhan dunia Islam dalam membangun hubungan yang harmonis, baik antarumat beragama maupun antarbangsa.
Pertemuan tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional, termasuk Wakil Presiden RI ke-13 Ma’ruf Amin, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Menteri Haji Arab Saudi, Ketua MUI Bidang Hubungan Luar Negeri Prof. Sudarnoto Abdul Hakim, Wakil Sekjen MUI Zaitun Rasmin, Rektor IPB University Prof. Arif Satria, serta tokoh-tokoh Islam lainnya.
Baca Juga: Tumpukan Sampah di Beberapa Titik di Jakarta, Ini Kata Gubernur Pramono
Wakil Presiden ke-13 RI sekaligus Ketua Dewan Pertimbangan MUI, KH Ma’ruf Amin, menyampaikan pandangan mengenai kedalaman nilai humanis ajaran agama.
Menurutnya, manusia diciptakan sebagai khalifah di bumi dengan mandat menjaga keadilan, perdamaian, dan keseimbangan hidup.
“Bangsa tidak akan berdiri tegak tanpa kejujuran, amanah, dan pengabdian. Siapa pun yang setia pada perjanjiannya dengan Tuhan, ia akan setia pada perjanjiannya dengan bangsanya,” ujarnya.
Kiai Ma’ruf menekankan tidak ada alasan untuk mempertentangkan nasionalisme dengan agama. Baginya, nilai-nilai keadilan, kasih sayang, dan kedamaian adalah fondasi bagi negara yang kuat.
Baca Juga: ASN Peserta Komcad Bakal Dibekali Pengetahuan Dasar Senjata dan Latihan Menembak
Ketua MUI Bidang Ukhuwah sekaligus Ketua Umum Wahdah Islamiyah, Ustadz Dr. Zaitun Rasmin, Lc., MA., yang ikut menghadiri acara Jamuan Makan Malam dan Silaturahim bersama Sekretaris Jenderal Liga Muslim Dunia turut berdiskusi mengenai peran Indonesia dalam mempromosikan Islam yang moderat, berkeadilan, dan berorientasi pada kemaslahatan global.
Dia juga mengapresiasi peran Liga Muslim Dunia dalam mendorong dialog, kerja sama kemanusiaan, dan penguatan ukhuwah antarnegara Muslim.
Kehadiran para pemimpin dan ulama tersebut mencerminkan tingginya perhatian terhadap hubungan Indonesia–MWL, terutama dalam memperkuat pengembangan moderasi beragama, kerja sama pendidikan, dan diplomasi kemanusiaan.
Arah Kolaborasi Baru
Baca Juga: Kemhan Lepas 2.019 ASN Ikuti Pelatihan Komcad di Enam Lemdik Militer
Pertemuan tersebut diyakini membuka peluang lebih luas bagi kerja sama Indonesia dan Liga Muslim Dunia dalam merespons isu-isu umat yang semakin kompleks di tingkat regional maupun global. MWL dan lembaga-lembaga Islam nasional disebut siap memperdalam kolaborasi dalam penguatan moderasi beragama, dialog lintas-peradaban, dan program kemanusiaan internasional.
Dengan apresiasi yang disampaikan Al-Issa, posisi Indonesia sebagai “jembatan harmoni” di dunia Islam kembali ditegaskan, sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu model utama dalam pembangunan masyarakat majemuk yang damai dan stabil di panggung global.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hujan Deras dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, Tol Jagorawi Alami Kemacetan
















Mina Indonesia
Mina Arabic