Jeddah, MINA – Liga Muslim Dunia (MWL) menyatakan kecaman kerasnya terhadap penutupan terus-menerus Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah Muslim oleh otoritas penjajah Israel selama bulan suci Ramadhan, demikian laporan kantor berita Palestina WAFA yang dikutip, Jumat (13/3).
Dalam pernyataan yang dikeluarkan oleh Sekretariat Jenderal MWL, Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, Sekretaris Jenderal MWL sekaligus Ketua Organisasi Ulama Muslim mengecam tindakan tersebut sebagai pelanggaran yang tidak dapat diterima terhadap kesucian situs-situs suci Islam.
Ia menekankan urgensi perlunya komunitas internasional untuk menegakkan kewajiban hukum dan moral mereka guna mengakhiri pelanggaran sistematis terhadap kesucian situs-situs keagamaan di Yerusalem.
Masjid Al-Aqsa yang terletak di Kota Tua Yerusalem merupakan salah satu situs paling suci bagi umat Islam dan menjadi kiblat pertama sebelum Ka’bah di Makkah. Kompleks suci ini juga dikenal sebagai Al-Haram Al-Sharif dan berada di bawah pengawasan otoritas Wakaf Islam.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Namun sejak wilayah tersebut diduduki Israel pada 1967 setelah Perang Enam Hari, akses umat Muslim ke Masjid Al-Aqsa kerap dibatasi, terutama pada momen-momen keagamaan penting seperti bulan Ramadhan.
Pembatasan tersebut biasanya dilakukan melalui penutupan gerbang, pembatasan usia jamaah, hingga pengerahan aparat keamanan di sekitar kompleks masjid.
Kebijakan ini berulang kali menuai kecaman dari berbagai negara Muslim serta organisasi internasional karena dinilai melanggar kebebasan beribadah dan mengancam status historis situs suci tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, ketegangan di kawasan Al-Aqsa juga kerap memicu eskalasi konflik antara warga Palestina dan aparat Israel, terutama ketika umat Muslim berupaya memasuki kawasan masjid untuk melaksanakan ibadah. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic