New York, MINA – Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyebut bahwa umat manusia di dunia sedang menghadapi empat “ujian kekuasaan” yang menentukan, yaitu yang terkait perang atau perdamaian, ketimpangan, perubahan iklim, dan kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, keempat ujian tersebut yang akan menentukan apakah dunia bergerak menuju era baru kerja sama atau perpecahan yang lebih dalam.
Peringatan itu Guterres disampaikan kepada Majelis Umum PBB pada Selasa (22/9) yang dihadiri oleh para pemimpin negara-negara dunia.
Pada kesempatan tersebut, kepala PBB tersebut mendesak adanya kerja sama internasional yang mengikat terkait tata kelola AI, seraya memperingatkan bahwa keputusan hidup-mati tidak boleh diserahkan kepada mesin.
Baca Juga: Tiket Konser Free Palestina Macklemore Ludes Terjual, Dukungan Kepada Palestina Meningkat
Dengan sisa masa jabatan sekitar 100 hari sebagai Sekretaris Jenderal PBB, António Guterres menyampaikan pidato komprehensif yang memandang krisis-krisis paling mendesak di dunia bukan sebagai masalah yang terisolasi, melainkan sebagai manifestasi berbeda dari pergulatan mendasar yang sama mengenai bagaimana kekuasaan dijalankan dan oleh siapa.
“Kekuasaan terbesar bukanlah kekuasaan untuk mendominasi. Kekuasaan itu adalah kemampuan untuk membangun masa depan yang bermanfaat bagi semua orang,” ujarnya saat memaparkan laporan tahunan organisasi tersebut.
Ia menggambarkan satu dekade terakhir telah terjadi kondisi terkikisnya norma-norma internasional, mulai dari warga sipil yang menjadi sasaran perang dan pekerja kemanusiaan yang tewas, hingga hukum internasional yang “diabaikan” dan memudarnya kepercayaan antarnegara.
“Kekuasaan itu sendiri sedang dibentuk ulang secara mendasar melalui tiga cara: munculnya kekuatan negara baru, perpindahan wewenang yang signifikan dari pemerintah ke perusahaan swasta dan individu, serta meningkatnya peran AI dan senjata otonom dalam pengambilan keputusan yang sebelumnya merupakan ranah manusia,” katanya.
Baca Juga: Senat AS Gagalkan Resolusi Penyelidikan Kematian 9 Warga AS di Tepi Barat
“Garis-garis retakan di dunia kita semakin melebar,” katanya. “Retakan telah berubah menjadi jurang.” []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Guterres Peringatkan Mandat UNRWA Terancam, Jutaan Pengungsi Palestina dalam Bahaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic