Sepekan Misi UEA ke Mars Tempuh Jarak 2,47 Juta KM

Dubai, MINA – Sepekan setelah peluncuran misi Uni Emirat Arab (UEA) ke Planet Mars sejak Senin (20/7), kini telah menempuh jarak 2,47 juta kilometer.

Demikian catatan dari pusat kendali darat di Pusat Antariksa Mohammed bin Rashid di Dubai. Seperti dilaporkan The National, Rabu (29/7).

Tim pemantau yang terdiri lebih dari 15 orang Emiratis ditempatkan di ruang operasi teknik dan pusat operasi misi, bertugas melacak pergerakan dan berkomunikasi dengan pesawat ruang angkasa bernama Al-Amal (Hope).

“Saat ini, jarak pesawat ruang angkasa dari Mars adalah 56.924.547 kilometer,” kata Zakareyya Al Shamsi, wakil manajer operasi misi.

Menurut perkiraan, pesawat anatriksa akan berada di jalur Planet Merah dalam perjalanan tujuh bulan.

“Sejauh ini semuanya berjalan sangat lancar, dan kami sangat terkesan dengan kemajuannya. Setiap kali kami menerima telemetri dari pesawat ruang angkasa, kami merasa sangat senang,” ujarnya.

Ini merupakan misi pertama dunia Arab ke Planet Mars, yng bertugas mempelajari cuaca Planet Merah dan mengirim data ke Bumi.

Badan Antariksa Amerika Serikat, Deep Space Network, memungkinkan komunikasi melalui antena di Goldstone (California), Madrid (Spanyol), dan Canberra (Australia). Pemantauan ini membantu menjaga jangkauan sepanjang 24 jam saat bumi berputar.

Mohammad Al Balooshi, pengendali penerbangan, bekerja dengan shift utama selama 12 jam dan selalu berhubungan dengan staf Deep Space Network.

“Mereka menerima telemetri terlebih dahulu dan mengirimkannya kepada kami,” katanya.

“Jika ada masalah, kita dapat meminta mereka untuk menempatkan kita dalam kontak darurat dengan pesawat ruang angkasa. Tapi sejauh ini semuanya berjalan sangat lancar,” lanjutnya.

Al-Amal meluncur dari Tanegashima Space Center, Jepang pada Senin (20/7) pukul 6.58 waktu setempat. menggunakan roket H-IIA milik Mitsubishi Heavy Industries.

Menurut rencana, pada Februari 2021, Al-Amal akan memasuki orbit Mars yang akan menjadi objek untuk menganalisis atmosfer dan iklim di planet tersebut.

Pemerintah UEA mengumumkan proyek yang dimulai tahun 2014 ini sekaligus untuk merayakan Hari Kemerdekaan UEA yang ke-50 pada Desember 2021 mendatang. (T/RS2/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)