Washington, MINA – Serangan balasan Iran terhadap sejumlah target militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah dilaporkan menyebabkan kerusakan besar pada aset militer Washington dengan nilai kerugian hampir mencapai USD2 miliar atau sekitar Rp33 triliun.
Estimasi tersebut dihimpun dari data yang dilaporkan media internasional berdasarkan informasi dari berbagai sumber militer. Anadolu melaporkan, Kamis (5/3).
Serangan tersebut merupakan respons Iran setelah Amerika Serikat bersama Israel melancarkan operasi militer terhadap sejumlah target di wilayah Iran sejak akhir Februari 2026. Dalam serangan balasannya, Teheran menargetkan berbagai fasilitas dan pangkalan militer AS yang tersebar di beberapa negara kawasan Teluk.
Sejumlah lokasi yang dilaporkan menjadi sasaran di antaranya markas Armada Kelima AS di Bahrain, Camp Arifjan, Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Buehring di Kuwait, pangkalan militer di Erbil, Irak, hingga Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Selain itu, fasilitas logistik militer AS di Pelabuhan Jebel Ali, Uni Emirat Arab, juga disebut turut menjadi target serangan.
Kerusakan terbesar dilaporkan terjadi pada sistem radar peringatan dini AN/FPS-132 milik AS yang ditempatkan di Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar. Sistem radar strategis tersebut diperkirakan bernilai sekitar USD1,1 miliar dan mengalami kerusakan setelah terkena serangan rudal Iran.
Selain radar, sejumlah peralatan militer lain seperti pesawat tempur, fasilitas logistik, dan sistem pertahanan udara dilaporkan mengalami kerusakan akibat gelombang serangan rudal dan drone Iran. Serangan ini menandai eskalasi signifikan dalam konflik yang melibatkan Iran dengan Amerika Serikat dan Israel di kawasan Timur Tengah.
Konflik tersebut bermula ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap berbagai target strategis di Iran pada 28 Februari 2026 dengan pengerahan besar-besaran kekuatan militer, termasuk puluhan ribu pasukan, ratusan pesawat tempur, dan kapal induk.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
Sejak itu Iran melakukan serangan balasan ke berbagai kepentingan militer AS di kawasan, memperluas ketegangan dan meningkatkan kekhawatiran dunia terhadap potensi perang regional yang lebih luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic