Shtayyeh: Sanksi Baru Israel Tidak akan Hentikan Upaya Diplomatik Palestina

Perdana Menteri Palestina Mohammad Shtayyeh. Foto: Istimewa

Ramallah, MINA – Perdana Menteri Palestina mengatakan, sanksi baru Israel berupa pemotongan dana yang diumumkan pemerintah sayap kanan, tidak akan menghentikan upaya diplomatik Palestina di forum internasional untuk mencapai kemerdekaan.

Ia mengakui, pPemotongan dana pajak Palestina yang diumumkan pemerintah sayap kanan akan memperburuk perekonomian Palestina yang sudah dilanda defisit.

“Tapi tidak akan menghentikan kita untuk melanjutkan jalur politik dan diplomatik di semua forum internasional untuk mencapai kemerdekaan dan kenegaraan kita,” ujar Shtayyeh, Kantor Berita Wafa melaporkan, Sabtu (7/1).

Shtayyeh meminta semua negara yang mengutuk penyerbuan Masjid Al Aqsa oleh menteri rasis Israel dan kejahatan pembunuhan setiap hari oleh Israel di Palestina untuk menerjemahkan pernyataan mereka ke dalam tindakan, dan mengakhiri kejahatan ini.

Komite Menteri Israel untuk Urusan Keamanan Nasional memerintahkan pengurangan sekitar 139 juta NIS (hampir $39 juta) dari dana untuk mendukung apa yang disebut “korban terorisme Israel”.

Komite Menteri Israel juga memerintahkan penggantian pembayaran kesejahteraan yang dilakukan pemerintah Palestina, kepada para di penjara-penjara Israel dan keluarga mereka yang dibunuh oleh pada tahun 2022.

Bezalel Smotrich, Menteri Keuangan yang baru, mengatakan sanksi baru itu hanyalah permulaan, dan bahwa “siapa pun yang bertindak melawan kami akan membayar mahal”.

Smotrich mengatakan dalam sebuah tweet bahwa “perjanjian aliansi pemerintah menegaskan mengambil langkah-langkah untuk mengakhiri gaji dan tunjangan yang dibayarkan kepada para tahanan dan keluarga martir. (T/R7/P)

Mi’raj News Agency (MINA)