Damaskus, MINA – Pasukan pendudukan Israel kembali menjadi sorotan setelah laporan dari Damaskus menyebutkan serangkaian penyerbuan militer ke wilayah selatan provinsi Quneitra di Suriah, yang dinilai memperburuk gejolak konflik dan memicu kekhawatiran akan perluasan kontrol wilayah secara signifikan.
Kantor berita resmi Suriah, SANA pada Kamis (8/1) mengabarkan bahwa pasukan Israel melakukan serangan dan operasi di sekitar Tel al-Ahmar, sebuah lokasi strategis di pedesaan selatan provinsi Quneitra.
Aksi militer itu termasuk pengibaran bendera Israel di puncak bukit setelah pasukan maju ke dalam wilayah yang sebelumnya berada di bawah kendali Suriah.
Menurut laporan tersebut, invasi Israel mencakup penempatan pos pemeriksaan, interogasi warga yang melintas, serta penangkapan sejumlah penduduk setempat. Serangan ini dianggap sebagai bagian dari pelanggaran berkelanjutan terhadap kedaulatan Suriah di berbagai titik sepanjang perbatasan selatan negara tersebut.
Baca Juga: PM Anwar Ibrahim Waspadai Ancaman Siber Israel
Pasukan pendudukan juga dilaporkan menghancurkan lahan pertanian dan merusak hasil panen, yang berdampak pada mata pencaharian komunitas lokal di wilayah pedesaan. Pemerintah Suriah melalui pernyataan media menyatakan tindakan Israel sebagai eskalasi yang semakin berani dan tidak bisa dibenarkan oleh alasan keamanan apapun.
Insiden terbaru ini terjadi di tengah dinamika konflik yang lebih luas, di mana bentrokan antara pasukan pemerintah Suriah, kelompok lokal bersenjata, dan kekuatan asing kerap mewarnai wilayah tersebut. Ketegangan juga diperparah oleh serangan udara Israel di beberapa wilayah Suriah pada periode sebelumnya, yang menyebabkan korban jiwa di kalangan warga sipil dan militer.
Reaksi internasional atas perkembangan ini masih terus berlangsung, dengan sejumlah negara dan organisasi menyerukan penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara. Namun, kompleksitas konflik Suriah yang telah berjalan lebih dari satu dekade memperlihatkan tantangan serius dalam menstabilkan situasi politik dan keamanan di kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya
















Mina Indonesia
Mina Arabic