Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Arab Saudi dan Yordania Kecam Serangan terhadap Bus Keamanan di Suriah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Senin, 24 Agustus 2026 - 07:57 WIB

Senin, 24 Agustus 2026 - 07:57 WIB

38 Views ㅤ

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Pangeran Faisal bin Farhan. (Foto: Foreign Ministry)

Riyadh, MINA – Arab Saudi dan Yordania mengecam pengeboman yang menargetkan bus yang membawa personel suriah/">keamanan Suriah di dekat Damaskus dan menyebabkan beberapa orang terluka, lapor Anadolu.

Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Saudi mengecam “serangan teroris” tersebut dan menyatakan “solidaritas penuh” Saudi terhadap Suriah.

Pernyataan mendukung langkah-langkah yang diambil pemerintah Suriah untuk memerangi ekstremisme dan terorisme.

yordania/">Kementerian Luar Negeri Yordania juga mengecam  pengeboman tersebut sebagai “serangan teroris,” menegaskan kembali solidaritasnya terhadap Suriah dan rakyatnya, serta menolak “segala bentuk kekerasan dan terorisme” yang bertujuan merusak keamanan dan stabilitas negara.

Baca Juga: Presiden Nigeria Tinubu Masuki Ka’bah dan Shalat di Dalamnya

Parlemen Yordania juga menegaskan kembali dukungan terhadap keamanan, stabilitas, kedaulatan, dan integritas wilayah Suriah.

Pada Sabtu (22/8), sebuah bom pinggir jalan menghantam sebuah bus yang mengangkut personel dari Pasukan Keamanan Dalam Negeri Suriah di jalan Maarounah-Al-Tall di pedesaan Damaskus, lapor televisi Alikhbaria Suria, mengutip sumber keamanan.

Serangan tersebut menyebabkan beberapa personel terluka, meskipun tidak ada rincian yang diberikan mengenai kondisi mereka.

Sumber tersebut mengatakan pihak berwenang sedang menyelidiki keadaan pengeboman dan bekerja untuk mengidentifikasi serta mengejar pelaku pelaku.

Baca Juga: Prodi Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar Diminati 600 Mahasiswa

Tidak ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Insiden ini terjadi saat pemerintahan baru Suriah berupaya memperketat keamanan dan memperkuat stabilitas di Damaskus dan bagian lain negara itu.

Pihak berwenang berulang kali mengatakan masih ada sisa-sisa rezim sebelumnya yang berusaha menebar kerusuhan dan merusak keamanan selama masa transisi negara tersebut. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Sejak Agustus, 290.000 Warga Yaman Mengungsi Akibat Konflik

Rekomendasi untuk Anda