Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Survei: Mayoritas Warga Israel Tuntut Netanyahu Mundur

Arina Islami - Senin, 1 Juli 2024 - 22:47 WIB

Senin, 1 Juli 2024 - 22:47 WIB

34 Views

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. (Foto: Palinfo)

Tel Aviv, MINA – Sebuah survei yang dilakukan saluran media Ibrani menunjukkan bahwa mayoritas warga Israel mendukung mundurnya Benjamin Netanyahu dari jabatan perdana menteri dan tidak mencalonkan diri sebagai perdana menteri baru.

Laporan Palinfo pada Senin (1/7) menyebut bahwa hasil survei yang dilakukan oleh saluran swasta Ibrani Channel 12 telah dipublikasikan pada Jumat (28/6).

Jajak pendapat itu menunjukkan, sebanyak 66% responden setuju bahwa Netanyahu harus pensiun dan tidak boleh mencalonkan diri untuk masa jabatan ketujuh.

Sementara 27% responden percaya, Netanyahu harus mencalonkan diri untuk masa jabatan baru dan melanjutkan karir politiknya. Sedangkan 7% menjawab tidak mengetahuinya.

Baca Juga: Menlu RI, Presiden ICRC Bahas Akses Kemanusiaan Untuk Palestina

Sejak perlawanan pejuang Palestina 7 Oktober 2023, yang disusul agresi brutal Zionis Israel di Jalur Gaza, popularitas Netanyahu menurun tajam, menurut banyak jajak pendapat yang dilakukan oleh media Ibrani, terutama selama beberapa bulan terakhir.

Sebelumnya, sebuah jajak pendapat di Israel – yang diterbitkan oleh surat kabar Maariv – menunjukkan pemimpin oposisi Partai Persatuan Nasional, Benny Gantz, terus berada di atas Netanyahu untuk posisi kepala pemerintahan penjajah Israel jika terjadi perubahan baru.

Meskipun ada tuntutan yang meningkat di Israel untuk mengadakan pemilu dini, Netanyahu berulang kali mengumumkan penolakannya untuk mengadakan pemilu selama perang.

Pemilu terakhir diadakan di Israel pada akhir 2022, dan menurut undang-undang, masa jabatan Knesset (Parlemen) berlangsung selama empat tahun, kecuali pemilu awal disetujui.[]

Baca Juga: Rusia Sebut Ledakan di Konsulatnya “Serangan Teroris”

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Presiden Trump Pecat 2.000 Karyawan USAID

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Kata Mereka
Internasional
Palestina