New York, MINA – Dalam sebuah wawancara untuk sekuel Avatar terbarunya, James Cameron mengatakan perlawanan Palestina bersifat “eksistensial”, artinya, mereka memiliki hak untuk hidup, setelah puluhan tahun pendudukan dna penjajahan Zionis Israel.
Sutradara asal Kanada itu mengungkapkan pemahamannya tentang mengapa orang-orang di Palestina, Ukraina, dan Sudan melawan para penindas mereka. Quds News melaporkan.
Selama wawancara “Director Debrief” dengan jurnalis Brandon Davis, yang dirilis tak lama setelah pemutaran perdana film tersebut pada 19 Desember, pembawa acara bertanya, “Anda menggambarkan perang habis-habisan dalam film ini. Orang baik membunuh orang jahat. Mereka saling membunuh satu sama lain.”
“Mereka saling membunuh hewan dan makhluk hidup masing-masing. Namun saya merasa ketika kita melihat penderitaan semacam itu, kita hanya melihat rasa sakit, sebagian besar melihat rasa sakit yang ditimbulkan pada orang baik. Seolah-olah Anda mencoba memastikan kita tidak berempati dengan orang jahat. Bisakah Anda berbicara tentang bagaimana memperjuangkan apa yang benar, dan berjalan di garis itu, membutuhkan penggambaran semacam itu?”
Baca Juga: Tentara Israel Perintahkan Evakuasi bagi Warga di Selatan Beirut
“Ini garis tipis, kan? Karena kita masuk ke dalam budaya Tulkun dan mereka mengatakan, Anda tahu, pembunuhan hanya akan menyebabkan lebih banyak pembunuhan, spiral yang tak berujung dan terus meluas, kan? Dan itulah dunia tempat kita hidup sekarang. Itulah yang telah kita lihat. Kita telah melihatnya di Gaza. Kita telah melihatnya di Sudan. Kita telah melihatnya di Ukraina,”kata Cameron.
“Dan Anda tahu, Anda membuat film aksi. Orang-orang akan bertarung, kan? Tetapi apakah Anda bertarung untuk tujuan yang adil? Apakah Anda bertarung untuk apa yang Anda yakini? Apakah Anda bertarung dari tempat kebencian atau balas dendam?”
“Ada beberapa pertempuran yang benar. Dan pemusnahan total adalah alasan untuk bertarung. Itu eksistensial,”tambahnya.
Cameron menarik paralel antara narasi fiksi dan krisis dunia nyata. Pernyataan Cameron selaras dengan narasi utama Avatar: Fire and Ash, di mana karakter Na’vi asli menghadapi penjajah manusia.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
Film ini, yang merupakan bagian ketiga dari saga tersebut, menggali tema kesedihan, kehilangan, dan penebusan, mencerminkan apa yang digambarkan Cameron sebagai “keserakahan dan kehancuran yang disengaja” umat manusia. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
















Mina Indonesia
Mina Arabic