Imaam: Syawwal Bulan Peningkatan Amal Profesionalisme

Jakarta, MINA – Imaam Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Yakhsyallah Mansur menegaskan, bulan Syawwal ini harus dijadikan sebagai bulan peningkatan amal profesionalisme.

Menurutnya, amal profesionalisme adalah amal yang dikerjakan berdasarkan ilmu. Profesionalisme paling tidak memiliki dua karakteristik.

Karateristik pertama meniscayakan adanya pengetahuan dan keterampilan spesifik yang terspesialisasi, sedang karakteristik kedua bersumber dari integritas moral dan budaya.

Ilmu pengetahuan dan keterampilan khusus terspesialisasi menjadi prasyarat mutlak yang harus dimiliki oleh para profesionalis. Kemampuan individual ini masih perlu didukung oleh sistem manajemen dan organisasi kerja yang tepat, yang dapat menempatkan individu pada posisi yang tepat.

Hal ini disampaikan Imaam Yakhsyallah saat Apel Bersama Unsur Pimpinan dan Pengurus Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah) di halaman Masjid At-Taqwa, kompleks Mahad Shuffah Hizbullah dan Pondok Pesantren Al-Fatah Cileungsi Bogor pada 12 Syawwal 1440H, Sabtu (15/6).

Acara apel bersama ini merupakan acara rutinan setiap tahun usai liburan akhir Ramadhan dan awal Syawwal yang dihadiri puluhan Unsur Pimpinan dan Pengurus Pusat Jama’ah Muslimin (Hizbullah).

Hadir pada kesempatan itu sejumlah pimpinan dan staf lembaga seperti Kantor Berita MINA (Mi’raj News Agency), AWG (Aqsa Working Group), Ukhuwah Al-Fatah Rescue, BMT Amanah Syariah, Mahad Al-Fatah, Markaz 1 dan beberapa lembaga lainnya.

“Semoga kita dapat meningkatkan amal profesionalisme kita dalam rangka memaksimalkan pelayanan untuk ummat,” kata Imaam Yakhsyallah saat menyampaikan amanat pembina upacara dalam apel tersebut.

Dalam kesempatan itu, Imaam juga memberikan penghargaan kepada beberapa staf berprestasi.

Dia juga mengharapkan momentum bulan Syawwal ini sebagai bulan meneladani semangat dan perjuangan Rasulullah SAW dan para sahabatnya dalam Perang Ahzab.

“Perang ini (Ahzab) adalah perang yang paling berat dilaksanakan oleh kaum Muslimin dan terjadi pada bulan Syawwal,” ujarnya.

Rasulullah tak berhenti menganjurkan amal profesionalisme. Beliau berpesan agar pekerjaan amal profesionalisme itu dilakukan sebaik mungkin. Pada sebuah hadis riwayat Ahmad, tergambar jelas maksud Nabi Muhammad SAW. Sesungguhnya Allah SWT mencintai hamba yang berkarya, jelasnya.

Tak tanggung-tanggung, Rasulullah menyandingkan amal profesionalisme sebagai amal saleh yang dilakukan seseorang secara giat dan ikhlas dengan jihad. Barang siapa bekerja keras untuk melayani ummat, ia menjadi pejuang di jalan Allah SWT. Secara jelas, Alquran menerangkan bahwa pengemban risalah agama dan orang-orang beriman merupakan mereka yang berkarya untuk kemaslahatan ummat.

Acara apel bersama ditutup dengan halal bi halal. (L/R01/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)