Kabul, MINA – Juru Bicara Komandan Militer Taliban Mohammad Ismail Muawiyah mengatakan, operasi penyelamatan akibat gempa dahsyat yang menghantam beberapa wilayah di Afghanistan hampir selesai.
“Operasi penyelamatan telah selesai, tidak ada yang terjebak di bawah puing-puing,” kata Muawiyah di Provinsi Paktika, seperti dikutip dari Al Jazeera, Jumat (24/6).
Gempa berkekuatan 6,1 Rabu (22/6) pagi pada sekitar 160 km (100 mil) tenggara Kabul tersebut menewaskan sekitar 1.000 orang dan melukai 1.500 orang serta lebih dari 3.000 rumah hancur.
Jumlah korban tewas tersebut menjadikannya gempa bumi paling mematikan di Afghanistan dalam 20 tahun, menurut data pemerintah Amerika Serikat.
Baca Juga: EUA dan Qatar Latihan Udara Bareng Israel Picu Kecaman Dunia Arab
Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Kesehatan Afghanistan Sharafat Zaman mengatakan, sekitar 1.000 orang telah diselamatkan Kamis (23/6) pagi.
Zaman mengatakan, komunikasi yang buruk dan kurangnya jalan layak menghambat upaya bantuan masuk ke lokasi bencana.
“Bantuan sudah sampai ke daerah dan terus berlanjut tapi masih dibutuhkan lebih banyak lagi,” katanya.
Seorang jurnalis Al Jazeera dari provinsi Paktika, Ali Latifi mengatakan situasi di lapangan “sangat buruk”.
Baca Juga: Parlemen Arab Kecam Penyerbuan Ben-Gvir ke Masjidil Aqsa
“Ketika Anda berada di helikopter ini dan Anda terbang di atas distrik ini, Anda melihat bahwa mereka pada dasarnya terletak di pegunungan ini dan di lereng bukit yang semuanya tidak beraspal, daerah berbatu … seluruh rumah terbuat dari lumpur. Daerah yang benar-benar miskin di mana orang memiliki standar hidup paling dasar,” katanya.
“Bahkan klinik terdekat dari salah satu distrik tempat kami berada, mereka mengatakan jaraknya 30 menit dan bahkan itu adalah klinik swasta yang akan menghabiskan banyak uang untuk dikunjungi orang dan sekali lagi untuk sampai ke sana sangat sulit,” tambahnya.
Abdul Qahar Balkhi, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Afghanistan, mengulangi seruan agar lebih banyak bantuan internasional diberikan.
“Kami menyerukan kepada badan penanggulangan bencana alam dan masyarakat internasional untuk memberikan bantuan segera dan komprehensif kepada rakyat Afghanistan,” tulisnya di twitter.
Baca Juga: Komunitas Muslim Birmingham Inggris Sukarela Bersihkan Sampah
“Kekeringan telah merusak produksi pangan dan sembilan juta warga Afghanistan menghadapi kelaparan. Beberapa keluarga terpaksa menjual anak-anak dan organ untuk bertahan hidup,” tambahnya.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) PBB Antonio Guterres mengatakan, badan global sepenuhnya dimobilisasi untuk membantu, mengerahkan tim kesehatan dan pasokan obat-obatan, makanan, peralatan trauma serta tempat penampungan darurat ke zona gempa.
Program Pangan Dunia (WFP) mengirim makanan dan peralatan logistik ke daerah-daerah yang terkena dampak, dengan tujuan awalnya mendukung 3.000 rumah tangga.
“Rakyat Afghanistan sudah menghadapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya menyusul konflik selama beberapa dekade, kekeringan parah dan penurunan ekonomi,” kata Gordon Craig, Wakil Direktur WFP di Afghanistan.
Baca Juga: Presiden Suriah dan Istrinya Ucapkan Selamat Idul Fitri kepada Anak-Anak Syuhada
“Gempa bumi hanya akan menambah kebutuhan kemanusiaan yang sudah sangat besar yang mereka tanggung setiap hari,” tambahnya.
Selain itu, Jepang, Korea Selatan, Taiwan dan Uni Emirat Arab mengatakan, mereka berencana untuk mengirim bantuan. (T/RE1/P1)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Puluhan Ribu Muslim Taiwan Shalat Idul Fitri di Bangunan Ikonik Taipei