Tragedi Penusukan Syekh Ali Jaber, DMI: Ormas Islam Lakukan Koordinasi

Jakarta, MINA – Tragedi penusukan terhadap ulama seperti Syekh Ali Jaber saat pengajian di Masjid Falahuddin Kota Bandar Lampung agar segera diusut tuntas dan di ungkap aktor di balik teror tersebut.

Ketua Dewan Masjid Indonesia Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri, M Natsir Zubaidi, menyeru Pemuda Remaja Masjid, Brigade Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Barisan Ansor Serbaguna Nahdlatul Ulama Banser NU melakukan koordinasi untuk memberikan rasa aman dalam kegiatan ibadah, pengajian, tadarus, baik di masjid, musala, madrasah dan pesantren, majelis taklim dan pusat kegiatan umat lainnya.

“Kami mengutuk adanya penusukan terhadap seorang ulama seperti Syekh Ali Jaber dan lainnya, sebab beberapa tahun lalu di Jawa Barat pernah terjadi, dan lagi pelaku selalu dikatakan sebagai orang gila,” kata Natsir kepada MINA, Selasa (15/9).

Natsir mengatakan, pihaknya berharap agar yang berwajib aparat penegak hukum dapat mengusut tuntas kasus tersebut dan mengungkap aktor dibalik peristiwa tersebut.

“Kami menyerukan pemuda dan remaja masjid, Brigade PII, Banser NU dan Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah selama Pandemi Covid-19 ikut secara aktif dalam penanggulangannya, seperti penyemprotan Masjid, bersih-bersih tempat Ibadah dan penyediaan dapur umum,“ imbuhnya.

Ke depannya bisa bekerja sama dengan pihak petugas keamanan untuk memberikan rasa aman kepada para ulama, Ustaz, Imam masjid, karena akhir ini justru pemuka-pemuka agama menjadi sasaran teror.

“Kami berharap pengurus masjid dapat berkoordinasi dengan RT, RW, Polsek dan Koramil untuk memberikan rasa aman bagi Imam dan para jamaah masjid, juga pusat-pusat kegiatan umat Islam,” tambah Natsir.

Menyerukan kepada umat Islam, khususnya pengurus masjid agar tetap sabar dan waspada serta menjaga persatuan dan keamanan lingkungan serta tidak terpancing hal-hal membuat kegaduhan masyarakat.

Tragedi teror terhadap ulama, ustaz, dan dai yang sedang bertugas harus menjadi perhatian serius bagi ormas Islam. Diharapkan agar Pemuda, Remaja Masjid, Brigade PII , Banser NU, Kokam Muhammadiyah, dan Tapak Suci.

“Agar melakukan koordinasi untuk memberikan rasa aman bagi para tokoh agama panutan umat yang melakukan tugas dakwah dan pembinaan umat atau masyarakat baik ruang publik, dimasjid, madrasah, pesantren serta tidak ada kekhawatiran teror lagi,” harapnya.

Ia meminta Organisasi Kader dan Pemuda (OKP) Islam maupun pengurus masjid, pimpinan pesantren hendaknya melakukan kerja sama dengan pihak yang berwajib seperti Kepolisian dan pihak TNI.

“Ini merupakan momentum persatuan para pemuda pelajar Islam (yang selama Pandemi Covid 19 ini aktif dalam penanggulangan Covid-19 baik dalam penyemprot tempat Ibadah, bersih-bersih masjid santunan sosial, dapur umum),” ujar Natsir.

“Sudah saatnya kita juga memberikan perhatian terhadap keamanan ulama menandai mereka menjadi panutan kita,” tutupnya. (L/R4/RI-1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)