TransJakarta Siap Uji Coba Bus Listrik Selama Enam Bulan

(Foto: Rana/MINA)

Jakarta, MINA – PT Transportasi Jakarta siap menguji coba operasi bus listrik selama enam bulan pada Mei 2019. Bus listrik ini diharapkan dapat secara masif dipergunakan sebagai transportasi yang lebih ramah lingkungan.

Direktur PT Transportasi Jakarta Agung Wicaksono mengatakan, untuk mempersiapkan ujicoba, TransJakarta menandatangani nota kesepahaman (MOU) dengan tiga perusahaan, yakni perusahaan Tiongkok Build Your Dreams (BYD), PT Mobil Anak Bangsa (MAB) dan RAC-Danfoss, serta satu lembaga pendidikan, Institut Teknologi Bandung (ITB), yang akan menyiapkan bus listrik untuk diujicoba.

“Selain penyiapan unit yang mendukung ramah lingkungan, Transjakarta juga berperan dalam membangun kesadaran publik akan bus listrik,” kata Agung usai penandatanganan MoU pada penyelenggaraan BusWorld Southeast Asia 2019 di Hall B3 JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (21/3).

Menurutnya, kemajuan sektor transportasi massal di sejumlah negara mengacu pada angkutan jalan yang ramah lingkungan. Pemahaman ini terwujud dengan keberadaan bus listrik dalam melayani masyarakat.

“Sesuai arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada Januari lalu, Transjakarta mengkaji sesuai instruksi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan ujicoba bus listrik melalui komitmen dengan para penyedia yang bersedia diseleksi yang tertuang dalam nota kesepahaman bersama,” ujarnya.

Pada pameran BusWorld Southeast Asia yang berakhir hari ini, Transjakarta menghadirkan dua contoh bus listrik.

“Yang satu dari BYD, yang sudah teruji di 50 negara dan salah satunya di kota Shenzhen yang sudah 100% menggunakan bus listrik sebanyak 16.000 unit. Satunya lagi dari MAB, hasil kreasi inovasi anak bangsa yang harus terus dikembangkan dan diperkuat untuk membangun kapasitas nasional,” ungkapnya.

Agung menambahkan, TransJakarta tetap terbuka untuk penyedia bus listrik yang ujicoba selama memenuhi syarat untuk kondisi operasional TransJakarta. Bekerja sama dengan para operator, dan memiliki kesiapan kemitraan dengan APM untuk penyiapan infrastruktur dan pemeliharaan.

“Karena tanpa memulai, bus listrik hanya akan menjadi wacana. Hari ini para partner yang ada di sini bersepakat bahwa wacana itu harus direalisasikan,” imbuhnya.

Agung menyebut ada sejumlah tantangan dalam merealisasikan hal ini. Antara lain menyiapkan infrastruktur bus listrik, salah satunya stasiun pengisian daya atau charging station.

“Kemudian yang perlu kita punya juga kemampuan untuk merawat, bengkel, teknisi, dan sebagainya. Oleh karena itu, para penyedia ini sekalian harus bekerja sama dengan para operator, juga bekerja sama dengan, apakah agen pemegang merek atau pihak yang lain yang punya kemampuan untuk merawat bus listrik. Sehingga kita bisa mendapat solusi yang komprehensif,” jelasnya.

Agung menjelaskan, nantinya ada sekitar 10 bus listrik yang bisa diuji coba.

“Sudah ada tiga armada yang sudah ada di sini. Untuk mencapai kesiapan itu, diujicobakan di kami, armada ini harus memenuhi regulasi dalam hal uji tipe. Ada regulasi-regulasi dari Kemenhub yang harus dipatuhi dan para manufacturer ini nantinya bersiap untuk melakukan proses itu, TransJakarta akan mendukung sepenuhnya. Sehingga nantinya ini akan berjalan sesuai ketentuan,” tambahnya.(L/R01)

Mi’raj News Agency (MINA)