Washington, MINA – Semua mata tertuju kepada Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Rabu (2/4), saat ia bersiap mengumumkan rencananya untuk menaikkan serangkaian tarif yang lebih luas, dengan banyak yang khawatir bahwa langkah-langkah tersebut dapat menyebabkan perang dagang yang lebih merusak.
“Dunia telah menipu Amerika Serikat selama 40 tahun terakhir dan lebih,” kata Trump kepada NBC pada akhir pekan, Anadolu melaporkannya. “Yang kami lakukan hanyalah bersikap adil,” tambah dia.
Ia sebelumnya menyatakan, tanggal 2 April akan menjadi “Hari Pembebasan di Amerika!” tetapi belum mengungkapkan rincian spesifik dari tarif yang diusulkan.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt mengatakan pada Selasa (1/4) bahwa Presiden menghabiskan hari itu bekerja sama dengan timnya untuk menyelesaikan kebijakan tersebut.
Baca Juga: PBB Sambut Baik Pemerintahan Baru Suriah
“Ia bersama tim perdagangan dan tarifnya saat ini, menyempurnakannya untuk memastikan ini adalah kesepakatan yang sempurna bagi rakyat Amerika dan pekerja Amerika,” katanya.
Dalam kampanye tahun lalu, Trump menyebutkan kemungkinan tarif 20% secara menyeluruh. Laporan menunjukkan beberapa penasihatnya terus mendukung rencana tersebut.
Sebelumnya, ia mengumumkan tarif sebesar 25% untuk semua kendaraan dan suku cadang mobil impor, yang dijadwalkan mulai berlaku pada Kamis (3/4). Trump juga mengusulkan tarif sebesar 25% untuk semua impor dari Meksiko dan Kanada, meskipun hal ini tertunda karena negosiasi yang sedang berlangsung dengan para pemimpin kedua negara.
Ekspektasi seputar tarif baru tersebut telah membebani Wall Street. Dua dari tiga indeks saham utama AS ditutup pada Senin – menandai berakhirnya kuartal pertama tahun 2025 – dengan kinerja terburuk dalam lebih dari dua tahun.
Baca Juga: Amnesty International Serukan Hungaria Tangkap Netanyahu
Tidak ada rincian resmi mengenai pengumuman hari Rabu yang tersedia sebelum pidato yang jadwalkan pada pukul 4 sore ET (2000GMT). Namun, pejabat Gedung Putih mengatakan, perubahan kebijakan perdagangan AS yang paling ekstensif dalam beberapa dekade terakhir akan segera berlaku. []
Mi’raj News Agency (MINA)