Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Tegaskan Demi Keamanan, AS Harus Kuasai Greenland

Widi Kusnadi Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:11 WIB

Sabtu, 27 Desember 2025 - 09:11 WIB

54 Views

Presiden AS Donald Trump. (Foto: The Whitte House)

Washington, DC, MINA — Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali menegaskan minat kuatnya untuk mengamankan kendali atas Greenland, sebuah wilayah otonom berada di bawah Kerajaan Denmark yang berbatasan dengan Arktik.

Trump menyatakan dalam beberapa kesempatan bahwa posisi strategis pulau es itu sangat penting bagi keamanan nasional dan global. Al-Jazeera melaporkan, Sabtu (27/12).

Langkah ini terlihat melalui penunjukan Gubernur Louisiana, Jeff Landry, sebagai utusan khusus AS untuk Greenland, sebuah jabatan sukarela yang diumumkan Trump di platform media sosialnya. Menurut Trump, peran Landry adalah memajukan kepentingan AS di kawasan tersebut untuk memastikan “keamanan, keselamatan, dan kelangsungan sekutu serta dunia bebas”.

Trump berkali-kali mengklaim bahwa Greenland, dengan letaknya yang dekat lintasan udara dan laut antara Amerika Utara, Eropa dan Rusia, memiliki nilai strategis luar biasa dalam struktur pertahanan AS, terutama di tengah meningkatnya aktivitas Rusia dan China di Arktik. Ia menegaskan pulau itu diperlukan “untuk keamanan nasional”.

Baca Juga: Tentara Israel Perintahkan Evakuasi bagi Warga di Selatan Beirut

Pernyataan Trump mendapat kecaman dari pemerintah Denmark dan para pemimpin Greenland. Kedua pihak menegaskan bahwa Greenland bukanlah untuk dijual atau dicaplok, dan tetap menjadi wilayah yang ditentukan masa depannya oleh rakyatnya sendiri sesuai hukum internasional. Diplomasi Copenhagen bahkan memanggil duta besar AS sebagai bentuk protes atas langkah tersebut.

Greenland sendiri menikmati status otonomi sejak 2009 meskipun secara formal berada di bawah kedaulatan Denmark. Meskipun sebagian penduduk menginginkan kemerdekaan penuh, mayoritas telah menolak gagasan bergabung dengan AS, memperkuat tekad mereka mempertahankan identitas politik dan sosialnya tanpa campur tangan asing.

Animo AS terhadap Greenland juga dipandang banyak pengamat sebagai bagian dari pergeseran geopolitik global di kawasan Arktik, di mana perubahan iklim membuka rute pelayaran baru serta akses atas sumber daya mineral dan energi yang potensial, sehingga kawasan ini menjadi arena kepentingan strategis negara-negara besar dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS

Rekomendasi untuk Anda