Ankara, MINA – Menteri Luar Negeri Turkiye Mevlut Cavusoglu telah menyatakan bahwa negaranya tidak dapat menerima ancaman AS kepada Arab Saudi setelah keputusan OPEC+ untuk mengurangi produksi minyak.
Dalam sebuah pernyataan yang dilaporkan Anadolu pada Sabtu (22/10), Cavusoglu mengumumkan, “Kami melihat bahwa sebuah negara mengancam Arab Saudi, dan intimidasi ini tidak benar,” katanya.
Dia menambahkan bahwa masalah tidak dapat diselesaikan dengan mengancam suatu negara (Arab Saudi). Ada juga embargo minyak Iran. Jika Anda ingin harga minyak turun, cabut sanksi.”
Negara-negara Arab, serta organisasi internasional dan Arab, membela keputusan OPEC+ untuk mengurangi produksi minyak. Negara-negara ini juga mengumumkan dukungan mereka untuk posisi Riyadh.
Baca Juga: Pusat Budaya dan Komunitas Indonesia Diresmikan di Turki
Dalam beberapa hari terakhir, tuduhan AS meningkat terhadap Arab Saudi karena diduga mendukung Rusia dalam perangnya terhadap Ukraina setelah aliansi OPEC+, yang dipimpin oleh Riyadh dan Moskow, memutuskan mengurangi produksi minyak mentah pekan lalu.
AS menganggap keputusan OPEC+ yang dikeluarkan Rabu lalu sebagai bias yang mendukung Rusia dalam perangnya terhadap Ukraina, sementara Kementerian Luar Negeri Saudi menolak tuduhan AS, menekankan bahwa itu tidak menanggapi “dikte”. (T/R6/RS2)
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: DPR AS Keluarkan RUU yang Mengancam Organisasi Pro-Palestina