Ankara, MINA – Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan meluncurkan sistem pertahanan udara terbaru bernama Steel Dome. Sistem tersebut diklaim sebagai tonggak penting kemandirian pertahanan Turkiye sekaligus tandingan dari Iron Dome milik Israel.
Dalam upacara groundbreaking di Ankara, Erdogan menegaskan pentingnya pengembangan sistem pertahanan udara dalam negeri di tengah meningkatnya tantangan keamanan global.
“Tidak ada negara yang tidak bisa mengembangkan sistem pertahanan udaranya sendiri yang dapat menatap masa depan dengan percaya diri,” ujarnya, dikutip Anadolu.
Erdogan menyebut Steel Dome terdiri dari 47 kendaraan senilai 460 juta dolar AS, yang menurutnya akan menanamkan rasa percaya diri di kalangan sekutu dan menimbulkan rasa gentar di pihak lawan. Selain itu, Turkiye juga menambah tiga sistem pertahanan udara jarak menengah HISAR dan 21 kendaraan militer guna memperkuat sistem keamanan nasional.
Baca Juga: Mobil-Mobil Berhanyutan Tersapu Banjir Bandang di Arab Saudi
Dalam kesempatan itu, Erdogan memuji perusahaan pertahanan ASELSAN yang berperan penting dalam pengembangan Steel Dome. Perusahaan tersebut menciptakan perangkat lunak komando dan kontrol berbasis kecerdasan buatan (AI) yang memungkinkan komunikasi instan dan operasi terintegrasi di lapangan.
Dengan teknologi ini, ratusan sistem pertahanan udara Turkiye dapat beroperasi sebagai satu kesatuan.
Pada Agustus lalu, Turkiye telah mengumumkan rencana membangun sistem pertahanan udara berlapis untuk melindungi wilayahnya. Steel Dome menjadi bagian dari strategi itu sekaligus jawaban atas meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang dikhawatirkan turut mengancam kedaulatan Turkiye. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yaman Serang Bandara Al-Lydd di Yafa Israel dengan Rudal Balistik