Aceh Tamiang, MINA – Ukhuwah Al-Fatah Rescue (UAR) terus menunjukkan komitmennya dalam mendampingi warga terdampak bencana melalui pembangunan hunian sementara (huntara) di sejumlah wilayah terdampak di Aceh dan Sumatra Utara.
Hingga Januari 2026, relawan UAR telah membangun 8 unit huntara yang tersebar di beberapa daerah. Rinciannya, 2 unit di Kabupaten Langkat, Sumatra Utara, 3 unit di Kabupaten Aceh Tamiang, 2 unit di Kabupaten Bener Meriah, serta 1 unit di Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.
Ketua Umum UAR Pusat, H. Endang Sudrajat menyampaikan bahwa pembangunan huntara ini merupakan bagian dari upaya darurat untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal akibat bencana, sambil menunggu solusi hunian permanen dari pemerintah.
“Untuk sementara, pembangunan huntara dilakukan sesuai dengan dana yang tersedia di UAR,” ujar Endang Sudrajat, Kamis (22/1).
Baca Juga: Pondok Pesantren Shuffah Hizbullah Samarinda Semarakkan BSP dengan Lomba dan Market Day
Ia menjelaskan, program huntara UAR dilaksanakan melalui kerja sama dengan Yayasan Astri Bina Insani, serta didukung oleh donasi masyarakat, termasuk kontribusi dari para pendengar Radio Silaturahmi (RASIL)
“Kami bergerak bersama mitra dan masyarakat. Ini bentuk gotong royong kemanusiaan agar para korban tidak terlalu lama tinggal di pengungsian,” tambahnya.
Terkait keberlanjutan hunian bagi para penerima manfaat, Endang menyebut bahwa huntara ini bersifat sementara. UAR berharap pemerintah daerah dapat merealisasikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana.
“Harapan kami, setelah ini para penyintas bisa mendapatkan huntap dari pemerintah, sehingga kehidupan mereka bisa kembali lebih layak dan normal,” jelasnya.
Baca Juga: Semeru Erupsi Dua Kali Hari Ini, Warga Diminta Jauhi Aliran Besuk Kobokan
Pembangunan huntara di Aceh Tamiang menjadi salah satu prioritas UAR, mengingat masih adanya warga yang belum mendapatkan tempat tinggal layak pascabencana. Kehadiran huntara ini diharapkan dapat memberikan rasa aman sekaligus menjaga martabat para korban selama masa pemulihan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic