Ulama Kharismatik Betawi, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie Meninggal Dunia

Jakarta, MINA – Pimpinan Perguruan Islam As-Syafi’iyah, ulama kharismatik asal Betawi, KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi`ie, meninggal dunia dalam usia 79 tahun, pada Sabtu (10/7) sekitar pukul 17.38 WIB.

Ia juga pernah menjabat sebagai Ketua Steering Commitee Ijtima Ulama.

“Innalillahi wainnailaihi rajiun. Telah berpulang ke Rahmatullah guru kami, orang tua kami KH Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie petang ini jam 17.38. Mohon doa dari kawan-kawan semua untuk beliau,” demikian bunyi pesan yang tersebar, Sabtu malam (10/07/2021).

Kabar meninggalnya KH Abdul Rasyid menyita perhatian sejumlah tokoh, salah satunya Wakil Ketua MPR RI Zulkifli Hasan. Ketua Umum PAN itu mengaku terpukul saat mendengar kabar duka tersebut.

“Ya Allah, pandemi ini tak henti membawa kabar duka. Tetapi yang membuat kita lebih bersedih adalah perginya para ulama, pewaris para Nabi yang senantiasa membimbing kita untuk istiqomah di jalan-Nya. Sore ini saya begitu terpukul mendengar kabar meninggalnya KH. Abdul Rasyid Abdullah Syafi’ie,” kata Zulhas, sapaan akrabnya, di Jakarta pada Sabtu (10/7).

Zulhas mengenang almarhum yang biasa disapa Kiai Abdul Rasyid sebagai ulama karismatik Betawi. Ia melihat almarhum sebagai guru.

“Bagi saya pribadi, Beliau adalah sosok guru panutan. Keluasan ilmu, keikhlasannya dalam berdakwah, perhatiannya yang besar pada umat dan agama, menginspirasi kita semua untuk terus berusaha melakukan yang terbaik bagi umat dan bangsa ini,” ungkap dia.

“Sosok Kiai Abdul Rasyid sangat istimewa bagi kita yang mengenalnya. Beliau dikenal gigih dalam berdakwah, peduli pada sesama, dan memiliki kecintaan yang besar pada bangsa dan negara ini. Sebagai murid-muridnya, kini tugas kita melanjutkan perjuangan Beliau,” sambungnya.

KH Abdul Rasyid merupakan putra ulama Betawi KH Abdullah Syafi’i. Orang tuanya merupakan pendiri pesantren Assyafi’iyah, Jatiwaringin, Jakarta Timur.

Kiai Abdul Rasyid adalah pengasuh Pengajian Ahad Pagi Masjid Al Barkah As-Syafi’iyah meneruskan sang ayah KH Abdullah Syafi’ie. Selain itu, ia juga mendirikan dan mengasuh Pesantren Al-Qur’an KH Abdullah Syafi’ie, Pulo Air, Sukabumi.

Sebagai seorang ulama, selain mengajar dan berdakwah, Kiai Abdul Rasyid juga terkategori sebagai aktivis gerakan Islam.

Kiai Rasyid kelahiran Jakarta 30 November 1942. Ia pernah tercatat sebagai Anggota Pembina Dewan Da’wah, Anggota Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pembina Forum Umat Islam (FUI), Pembina GNPF-Ulama, dan Ketua Komite Indonesia untuk Solidaritas Dunia Islam (KISDI). (L/R2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)