Uni Eropa Sangat Prihatin atas Keputusan Israel Bangun Permukiman Ilegal di Homesh, Tepi Barat

Uni Eropa mengecam keputusan Israel mengizinkan warganya membangun kembali permukiman di wilayah Homesh, Tepi Barat. (Foto: Anadolu Agency)

Brussels, MINA – Juru bicara urusan luar negeri Uni Eropa, Peter Stano, mengatakan, sangat prihatin dengan keputusan Israel membiarkan warganya membangun permukiman ilegal di Homesh, Tepi Barat.

Menurut eter Stano, tindakan tersebut kontraproduktif terhadap upaya meredakan ketegangan di kawasan. Selain itu, dia menegaskan, permukiman Israel di wilayah Tepi Barat yang diduduki melanggar hukum internasional.

“Uni Eropa mendesak Pemerintah Israel membatalkan keputusannya yang diambil pada 17 Mei lalu untuk memajukan rencana lebih dari 600 unit rumah di pemukiman baru di Tepi Barat,” kata Stano, Rabu (24/5), Anadolu Agency melaporkan, demikian keterangan yang dikutip MINA.

Stano pun menyoroti berulangnya aksi penyerangan yang dilakukan pemukim Israel terhadap warga Palestina. “Uni Eropa dengan tegas mengutuk kekerasan pemukim dan menyerukan Israel untuk memastikan pertanggungjawaban,” ujarnya.

Homesh adalah satu dari empat permukiman yang dibongkar Israel ketika mereka menarik pasukannya dari Jalur Gaza pada 2005. (T/R8/P2)

Mi’raj News Agency (MINA)