Gaza, MINA – Dana Anak-Anak Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNICEF) mengumumkan bahwa 322 anak tewas dan 609 lainnya terluka selama 10 hari sejak pelanggaran gencatan senjata oleh Zionis Israel.
UNICEF mengatakan, pemboman yang intens dan membabi buta, ditambah dengan penghentian total bantuan kemanusiaan ke Gaza, telah menempatkan warga sipil di Gaza, terutama anak-anak, pada risiko yang serius. Jaridah al-Araby melaporkan, Selasa (1/4).
Lembaga PBB tersebut memperingatkan, jumlah kematian anak dapat meningkat jika kebutuhan dasar, yang diblokade Israel selama sebulan, tidak terpenuhi.
Lembaga tersebut juga mencatat bahwa lebih dari 100 anak terbunuh atau terluka setiap hari di Gaza.
Baca Juga: Jumlah Wartawan yang tewas di Gaza 209 Orang
Sebagian besar anak-anak Gaza telah mengungsi dan tinggal di tenda-tenda dan rumah-rumah yang hancur, lanjutnya.
Direktur Eksekutif UNICEF Catherine Russell menekankan, anak-anak telah dipaksa kembali ke dalam siklus kekerasan yang mematikan setelah gagalnta kelanjutan gencatan senjata.
Russel menyerukan kepada semua pihak untuk mematuhi kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional.
Ia menekankan bahwa lebih dari 15.000 anak telah terbunuh dan lebih dari 34.000 lainnya terluka selama 18 bulan terakhir di Gaza, dan bahwa satu juta anak telah mengungsi, kehilangan kebutuhan paling mendasar mereka.
Baca Juga: Hamas: Gaza Masuki Bencana Kelaparan
Pernyataan tersebut menegaskan bahwa UNICEF akan terus memberikan bantuan dan perlindungan yang menyelamatkan nyawa kepada anak-anak dan keluarga mereka terlepas dari semua risiko, menyerukan evakuasi segera anak-anak yang sakit dan terluka. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Israel Bunuh 1.513 Pekerja Kemanusiaan Dalam Agresi di Gaza