Ust. AHI: Lima Langkah Strategis Rasulullah Tata Masyarakat di Madinah

Muhajirun, Lampung Selatan, MINA –   KH. Abul Hidayat Saerodjie mengemukakan pada Tabligh Akbar Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung di Masjid An-Nubuwwah, Muhajirun, Negararatu, Natar, Lampung Selatan, Ahad (22/09). Ada lima langkah strategis yang dilakukan Rasulullah untuk penataan dan pembangunan masyarakat Islam sebagai aplikasi nilai Hijrah.

“Ketika Rasulullah Shallallahu alaihi wa Sallam hijrah, sampai di Madinah beliau segera mengatur langkah strategis penataan dan pembangunan masyarakat Islam,” ungkapnya.

Penataan pertama membangun Masjid Quba, ini bukan istana kerajaan, melainkan membangun sebuah masjid.

“Hal tersebut mengindikasikan bahwa ini misi kenabian bukan misi militerisme yang akan menjadi ancaman bagi non muslim dan bukan pula misi tahta kerajaan yang menjadi target perjuangan,” ujarnya.

Kedua, Membangun Ukhuwah Islamiyah, ini merupakan langkah selanjutnya mempersaudarakan antara kaum kaum Muhajirin dan Anshar, kaum Aus dan Khazraj yang sudah ratusan tahun saling berperang. “Hal ini mengisyaratkan bahwa agama Islam ditegakkan atas dasar aqidah dan ukhuwah,” katanya.

Ketiga, Tegaknya Shalat Maktubah bil jama’ah, pelaksanaan shalat lima waktu disempurnakan dan ditetapkan oleh Rasulullah.

“Selain merupakan ibadah mahdhoh, di sisi lain shalat berjama’ah adalah gambaran hidup atau miniatur bentuk kemasyarakatan Islam di luar masjid,” katanya.

Kemudian yang keempat yakni mengadakan perjanjian dengan pemuka-pemuka agama non muslim.

“Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam telah memberi landasan berpijak bahwa umat Islam dapat hidup berdampingan dan bisa bekerjasama dengan siapapun,” katanya.

Adapun yang kelima, Sentral Dakwah dan Penyiaran Islam, dari Madinatul Munawarah, Rasul mengirimi mujahid-mujahid dakwah ke segala penjuru pelosok untuk mengajak manusia bermain dengan bijak dan pengajaran yang mulia.

“Sehingga Madinah menjadi sentral kegiatan dunia baru Islam, cahaya menerangi kegelapan jahiliyah lama maupun jahiliyah modern, sinarnya menembus seluruh pelosok benua seantero jagad hingga saat ini,” katanya.

Tabligh Akbar Muharram 1441 H merupakan acara tahunan yang diselenggarakan oleh Jama’ah Muslimin (Hizbullah) Wilayah Lampung. Ribuan jamaah menghadiri Tabligh Akbar bertema “Hijrah Momentum Menebar Rahmat dan Mempererat Ukhuwah Islamiyah Menuju Pembebasan Masjidil Aqsha” ini. (L/ayu/B01/P1)

Mi’raj News Agency (MINA).