Utusan PBB Kecam Israel atas Pembunuhan Anak-anak Gaza

Gaza, MINA – Koordinator Khusus PBB untuk Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov mengutuk penembakan fatal oleh Israel terhadap dua anak Palestina di Jalur Gaza yang diblokade.

Dalam sebuah unggahan di twitternya pada Senin (11/2) Mladenov mengatakan, dia terkejut dengan pembunuhan dua anak-anak Palestina oleh tembakan Israel pada Jumat lalu di aksi Great Return March. Insiden semacam itu harus berhenti, demikian Palinfo melaporkan yang dikutip MINA.

Mladenov meminta Israel untuk segera mengakhiri penembakan mematikan terhadap anak-anak Palestina.

“Anak-anak tidak boleh dijadikan sasaran, mereka harus dilindungi,” katanya.

Pejabat PBB itu juga berbicara menentang penggunaan kekuatan mematikan oleh Israel secara sewenang-wenang dan menyatakan simpati tulusnya kepada keluarga anak-anak.

Hamza Shtewi (17) dan Hasan Shalabi (14) yang ditembak mati oleh tentara Israel pada Jumat (8/2) saat aksi Great Return March di perbatasan Gaza, dinyatakan meninggal pada Sabtu di Jalur Gaza yang diblokade.

Sementara itu, UNICEF mengatakan sangat sedih dengan pembunuhan dua anak, berusia 13 dan 17 tahun, yang ditembak pada Jumat oleh tentara pendudukan Israel di dekat pagar perbatasan Jalur Gaza yang diblokade.

“Keadaan pasti dari kematian mereka sedang diverifikasi, dan ini membuat jumlah anak-anak Palestina yang terbunuh tahun ini menjadi empat,” kata UNICEF dalam pernyataannya Sabtu (9/2).

UNICEF menambahkan, sudah saatnya kekerasan terhadap anak-anak berakhir. Selama bertahun-tahun, anak-anak di Negara Palestina menderita, tidak hanya secara fisik tetapi juga menanggung beban besar secara emosional.

“Anak-anak adalah anak-anak. Mereka harus dilindungi setiap saat. Anak-anak tidak boleh menjadi sasaran. Mereka juga tidak boleh terkena segala bentuk kekerasan, oleh pihak mana pun”, tambahnya.

Selama pekan ke-46 aksi Great Return March di Gaza, pasukan Israel terus menggunakan kekuatan mematikan dan bentuk lain dari kekuatan pada pemrotes Palestina.

Laporan dari Pusat Hak Asasi Manusia AlMezan menunjukkan, pada Jumat 8 Februari 2019, pasukan Israel menewaskan dua anak dan melukai 104 pengunjuk rasa, termasuk 43 anak-anak, lima wanita, dan satu paramedis; di antaranya 22 oleh amunisi hidup dan 48 oleh tabung gas air mata.

AlMezan menambahkan, sejak dimulainya protes pada 30 Maret 2018, 265 warga Palestina telah tewas di Jalur Gaza. Dari total korban jiwa, 188 tewas dalam demonstrasi itu, termasuk 38 anak-anak, dua wanita, dua jurnalis, tiga paramedis, dan delapan orang cacat, termasuk satu anak.

“14.378 orang lainnya telah terluka, termasuk 3.058 anak-anak, 630 wanita, 171 paramedis, dan 149 jurnalis. Dari mereka yang terluka, 7.635 dilanda tembakan langsung, termasuk 1.426 anak-anak dan 152 wanita. Pasukan Israel terus menjaga 11 mayat, termasuk tiga anak di bawah umur,” jelasnya. (T/Ais/B05)

Mi’raj News Agency (MINA)