HANYA dalam satu malam, Vozinha, seorang kiper gaek berusia 40 tahun dari Cape Verde (Tanjung Verde), negara berpenduduk 500 ribu jiwa berhasil melakukan apa yang tidak bisa dilakukan oleh jutaan euro dan skuad bintang juara Eropa Spanyol, mencuri perhatian dunia.
Josimar Dias, atau yang lebih dikenal dengan Vozinha, dari negara kepulauan di Samudra Atlantik, sekitar 570–620 km di lepas pantai barat Afrika, menjadi sensasi global setelah penampilan heroiknya di Piala Dunia 2026. Bukan hanya karena 27 tembakan yang ia gagalkan, tetapi karena 11 juta pengikut baru yang ia kumpulkan di Instagram dalam waktu kurang dari 24 jam.
Angka ini mengubah nasibnya secara drastis. Dari seorang kiper klub Divisi Dua Portugal yang nyaris pensiun di usia 25 tahun, ia kini menjadi salah satu atlet paling banyak diikuti di dunia maya. Jumlah pengikutnya melonjak dari sekitar 50.000 sebelum pertandingan menjadi 11 juta lebih hanya sehari setelah laga usai.
Ini bukan sekadar angka. Ini adalah bukti bahwa dunia jatuh cinta pada aksi heroiknya.
Baca Juga: Setelah Megawati Hangestri Kalah, Giliran Red Sparks Lakoni Laga Perdana V-League 2026/27
Menahan Badai La Roja
Spanyol datang sebagai juara Eropa dengan 31 pertandingan tak terkalahkan. Mereka mendominasi dengan 75 persen penguasaan bola dan melepaskan 27 tembakan, 7 di antaranya tepat sasaran.
Namun Vozinha berdiri seperti tembok. Ia mencatatkan 7 penyelamatan krusial, termasuk satu tepisan ajaib yang menggagalkan sundulan Mikel Oyarzabal yang sudah di depan mata gawang.
Gelar Man of the Match pun menjadi miliknya. Ia juga mencatatkan rekor sebagai pemain tertua kedua yang tampil dalam debut Piala Dunia suatu negara.
Baca Juga: Galatasaray vs VfB Stuttgart: 2-0 Babak Pertama, Aleksey Batrakov Brace dalam 3 Menit
“Kakek-nenek Saya Tidak Bisa Di Sini”
Saat peluit panjang berbunyi, Vozinha menangis. Bukan karena ia kelelahan, tetapi karena kenangan akan keluarganya yang tidak bisa menyaksikan momen terbaik hidupnya.
“Saya menangis setelah pertandingan karena saya dibesarkan bersama kakek-nenek saya saat masih kecil, dan mereka tidak bisa berada di sana. Mereka meninggal beberapa tahun yang lalu,” ujarnya.
“Ibu saya tidak bisa hadir karena masalah visa dan uang yang harus dibayar. Kami tidak mendapatkan ini diurutkan tepat waktu,” lanjutnya dengan suara bergetar.
Baca Juga: Megawati Hangestri Tampil Buruk, IBK Altos Tekuk Hyundai Hillstate 3-0
Kisah hidupnya yang sederhana dan penuh perjuangan inilah yang kemudian menggerakkan jutaan hati di seluruh dunia.
Ledakan Popularitas
Fenomena Vozinha di media sosial melampaui apa pun yang pernah terjadi sebelumnya di kalangan kiper. Hanya dalam satu hari, ia meraup 11 juta pengikut. Sebuah angka yang biasanya diraih pesepak bola top dunia dalam hitungan bulan atau tahun.
Fans dari berbagai negara membanjiri akun Instagramnya, memenuhi kolom komentar dengan kata-kata pujian.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 2-6, Tuan Rumah Dibantai
“Kami bangga padamu, Vozinha!” tulis salah satu warganet.
“Kau mengajarkan kami bahwa usia hanyalah angka,” tulis yang lain.
Bahkan akun resmi Piala Dunia dan beberapa pemain Spanyol secara terbuka memberi hormat padanya.
Nama Vozinha menjadi trending di platform media sosial, menggeser topik-topik lain yang lebih selebriti.
Baca Juga: Pakhtakor vs Al-Nassr: 1-3 pada Babak Pertama, Joao Felix Brace
Walhasil, hasil imbang tanpa gol melawan Spanyol bukan sekadar satu poin. Itu adalah kemenangan bagi 540 ribu jiwa di Tanjung Verde yang baru pertama kali merasakan Piala Dunia. Dan bagi Vozinha, itu adalah pembuktian bahwa usia bukanlah hambatan, dan bakat tidak harus lahir dari akademi besar.
“Senjata terbaik kami adalah persatuan. Semua orang berpikir kami datang ke sini hanya untuk menikmati, tetapi kami di sini untuk bersaing,” pungkasnya.
Dengan 11 juta pengikut, segudang pujian, dan satu poin berharga, Vozinha mungkin tidak akan pernah lagi menjadi sosok tak bernama. Ia adalah bukti bahwa di Piala Dunia, keajaiban datang dari mana saja. Bahkan dari tangan seorang kakek yang bertahan di bawah mistar gawang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Megawati Hangestri Tanding Selasa Besok, GS Caltex dan Pink Spider Menang di Laga Pertama
















Mina Indonesia
Mina Arabic