Wahdah Islamiyah Kutuk Penistaan Al-Quran dan Islam

Jakarta,  MINA – Dewan Pimpinan Pusat Wahdah Islamiyah mengutuk keras aksi yang tidak beradab berupa penistaan Al-Quran dan Islam di Denmark, Swedia dan Norwegia.

“Aksi tersebut menggambarkan kebencian kaum kuffar, dan menunjukkan kebencian nyata dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat,” pernyataan Ketua Umum Dr. H. Muh. Zaitun Rasmin,Lc.,M.A, seraya mengutip  Surat Ali Imran ayat 118.

“Kami mengimbau kepada segenap kaum Muslimin untuk mempersiapkan segala kemungkinan atas dampak dari aksi ini,” lanjut Zaitun, seperti disebutkan pada laman Wahdah, Jakarta, Jumat (4/9).

Ia juga menuntut kepada Pemerintah Indonesia untuk memulangkan para duta besar ketiga negara tersebut dan menutup kedutaan besar mereka di Indonesia.

Pernyataan menambahkan, menyerukan kepada segenap warga negara Indonesia untuk tidak mengembangkan narasi pembelaan kepada para penista agama itu, yang akan semakin menyulut kemarahan kaum Muslimin.

Dia juga mengimbau kaum Muslimin untuk melakukan boikot atas seluruh produk ketiga negara tersebut sebagai simbol pembelaan terhadap kesucian Islam dan Al-Quran.

“Kami menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin untuk semakin meningkatkan semangat mencintai Al-Quran dengan menggiatkan semua amal usaha pembelajaran Al-Quran,” imbuhnya.

Wahdah Islamiyah menyerukan kepada segenap kaum Muslimin untuk semakin gencar mendakwahkan kemuliaan Islam dan Al-Quran seluas mungkin kepada umat manusia dengan berbagai fasilitas informasi dan komunikasi yang ada. “Tidaklah Islam itu ditindas dan berusaha dihinakan kecuali Islam akan mengeluarkan semerbak harum dan indahnya,” ujarnya.

Zaitun juga menyerukan kepada seluruh kaum Muslimin untuk menahan diri dari tindakan kekerasan yang tidak proporsional, dan tetap menampakkan akhlakul karimah kepada semua umat manusia, terutama yang tidak terlibat dan mendukung aksi penistaan keji tersebut. (R/RS2/P1)

Mi’raj News Agency (MINA)