Walau Dihambat, 15.000 Jamaah Shalat Jumat di Al-Aqsa

Yerusalem, MINA – Walau dihambat di beberapa titik kota dan gerbang, sekitar 15.000 jamaah dapat melaksanakan shalat Jumat (4/12) di Kompleks Masjidil Aqsa Yerusalem.

Dengan tetap menjalankan pedoman pencegahan virus Covid 19 dan di tengah penekanan pasukan Israel,  jamaah sudah hadir di Al-Aqsa sejak pagi hari ini. Al-Hayat al-Jadidah melaporkannya.

Banyak di antara jamaah dari Yerusalem dan pedalaman Palestina yang diduduki tidak diizinkan memasuki kota Yerusalem dari Tepi Barat.

Tampak para relawan dan penjaga Al-Aqsa (murabitun) tersebar di beberapa titik untuk mengingatkan kesadaran di antara para jamaah untuk komitmen menjaga jarak fisik saat mereka memasuki kompleks masjid.

Mufti Yerusalem dan Khatib Al-Aqsa, Syaikh Muhammad Hussein menekankan pentingnya tetap mengunjungi Al-Aqsa untuk menjaga serangan eskalasi oleh otoritas pendudukan, perusakan properti dan kesuciannya, serta upay mengubah fitur geografis, sejarah dan peradaban di Tanah Suci .

Dia juga menekankan bahwa kawasan Masjid Al-Aqsa adalah tempat peribadatan umat Islam, bukan ritual Yahudi.

“Masjid Al-Aqsa yang diberkahi akan tetap menjadi tempat suci bagi kita kaum Muslimin, dan kita wajib mempertahankan keyakinan kita,” ujarnya.

Ia menambahkan, upaya untuk menyerang Masjid Al-Aqsa telah berlangsung sejk tahun 1967 hingga hari ini. (T/RS2/R1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)