New York, MINA – Wali Kota New York Zohran Mamdani mengecam keras serangan militer gabungan AS-Israel ke Iran pada Sabtu (28/2), sebagai tindakan ilegal dan eskalasi bencana kemanusiaan.
Kecaman tajam ini dilontarkannya hanya 48 jam setelah melakukan pertemuan hangat dan produktif dengan Presiden Donald Trump di Gedung Putih.
Wali kota dari kubu demokrat sosialis ini mengeluarkan pernyataan tak lama setelah bombardir Teheran dan sejumlah target lain dimulai.
Menurut media pemerintah Iran, serangan tersebut telah menewaskan ratusan orang, termasuk pemimpin tertinggi negara itu, serta memicu serangan balasan yang memicu kekhawatiran akan konflik regional yang lebih luas.
Baca Juga: Iran Tantang Invasi Darat, Tegaskan Siap Permalukan Pasukan AS
“Serangan militer hari ini terhadap Iran yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel menandai eskalasi bencana dalam perang agresi ilegal,” tulis Mamdani di platform X.
“Membom kota. Membunuh warga sipil. Membuka medan perang baru. Rakyat Amerika tidak menginginkan ini,” tambahnya.
Kecaman tegas Mamdani ini kontras dengan citra bersahabat yang ia tunjukkan saat kunjungan ke Gedung Putih dua hari sebelumnya, di mana ia berfoto dengan Presiden Trump yang tersenyum lebar sambil memegang koran.
Menanggapi perbedaan antara sikap ramah di depan umum dan kecaman kerasnya di media sosial, Mamdani menjelaskan kepada Politico bahwa dalam hubungannya dengan presiden, selalu berlangsung jujur dengan memperjelas perbedaan kebijakan, baik di depan umum maupun secara pribadi.
Baca Juga: Dapat Senjata dari AS, Milisi Kurdi Mulai Operasi di Perbatasan Iran-Irak
“Saya pikir penting untuk menyatakan sikap secara terbuka di sini, mengingat skala konsekuensi yang sedang kita bicarakan,” katanya.
Sebelum terpilih pada November lalu, Mamdani dan Trump kerap saling melontarkan kritik keras.
Namun, hubungan mereka tampak mencair setelah pertemuan pertama di Gedung Putih pada 21 November, yang mengejutkan pengamat dengan nadanya yang hangat.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Iran Tolak Dialog dengan AS, Sebut Diplomasi Tak Lagi Bisa Dipercaya
















Mina Indonesia
Mina Arabic