Warga Palestina Puji Film Netflix Berjudul Farha yang Merepresentasikan Nakba 1948

Gambar cuplikan film Farha di Netfix, Jumat, 2 Desember 2022. (dok. MMNews.tv)

Ramallah, MINA – Warga Palestina di seluruh dunia memuji film Netflix terbaru yang berjudul ‘Farha’ karena penggambaran trauma “memilukan” yang dialami selama Nakba 1948.

Film yang mulai ditayangkan di platform streaming pada hari Kamis (1/12), didasarkan pada kisah nyata seorang wanita yang selamat dari Nakba, sebuah operasi berkelanjutan di mana ratusan ribu warga Palestina diusir dari rumah mereka oleh milisi Zionis untuk mendirikan negara Israel.

Dikutip dari The New Arab pada Ahad (4/12), beberapa penonton mengatakan, film tersebut hanya memberikan gambaran sekilas tentang kehancuran besar-besaran yang disebabkan oleh Nakba, periode di mana milisi menggunakan pembunuhan, pemerkosaan, dan ancaman pembunuhan terhadap warga Palestina.

“Farha, sepedih *kisah nyata* yang menjadi dasar film ini, bahkan tidak bisa menggambarkan rasa sakit dan kehancuran penuh yang disebabkan oleh tahun 1948 yang terus kita jalani hari ini,” tulis aktivis Rawan.

“Kami menonton Farha di Netflix bersama orangtua saya dan itu menyakitkan, seperti terluka secara fisik. Ibuku memberi tahu kami bagaimana semua ini benar dan bahkan lebih buruk dan membayangkan kengerian yang dialami keluarga saya. Saya tidak baik-baik saja,” kata Batool, seorang pengguna Twitter Palestina.

Produksi dan perilisan film tersebut telah memicu kemarahan di kalangan pejabat Israel. Menteri Kebudayaan Israel Chili Tropper mengecam pertunjukan itu karena dianggap “kebohongan dan pencemaran nama baik”.

Wartawan dan aktivis pro-Palestina menuduh Israel menggunakan bot untuk menurunkan rating film tersebut menjadi satu bintang di database film dan televisi online IMDb. Mereka mendesak para pendukung film tersebut untuk membuka database dan menilainya dengan baik.

“Kami berhak untuk menceritakan dan membagikan cerita kami. Jangan biarkan Israel membungkam Farha!,” kata Ahmed Shihab-Eldin, seorang aktivis dan jurnalis keturunan Palestina.

Beberapa pengguna Twitter mengatakan, mereka berharap film tersebut akan menjadi salah satu dari banyak film yang menceritakan kisah orang Palestina dan ketidakadilan yang mereka hadapi.

“Farha adalah satu cerita kecil di antara ribuan cerita yang tak terhitung, mudah-mudahan hanya permulaan dari banyak cerita lainnya yang akan datang. Kami akan terus menceritakan kisah kami,” tulis pengguna Twitter Waad.

Efek dari Nakba dan invasi berikutnya ke wilayah Palestina terus berlanjut hingga hari ini, dengan sekitar 5,7 juta pengungsi Palestina tinggal di Tepi Barat yang diduduki dan Jalur Gaza yang diblokade, Yordania, Lebanon, dan Suriah.

Israel terus mengusir paksa warga Palestina dari rumah mereka dan menyetujui pembangunan permukiman yang ilegal berdasarkan hukum internasional di tanah Palestina. (T/RI-1/P1)

 

Mi’raj News Agency (MINA)