Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Warga Turki Melamar Depan Ka’bah Menuai Beragam Respon

Rudi Hendrik - Rabu, 22 Maret 2017 - 10:35 WIB

Rabu, 22 Maret 2017 - 10:35 WIB

375 Views

Screenshot yang diambil dari video lamaran Yusuf Akyon di depan Ka’bah

Mekkah, 23 Jumadil Akhir 1438/ 22 Maret 2017 (MINA) – Seorang reporter media Turki TRT melamar pasangannya di depan Ka’bah baru-baru ini. Momen yang diabadikan dalam sebuah video tersebut menuai berbagai respon dari masyarakat.

Yusuf Akyon memilih melamar pasangannya di depan keluarganya saat mereka melakukan ibadah umrah bersama.

Yusuf menarik sebuah cincin dari dalam sakunya dan mengatakan, “Kita sekarang di sini di depan Kabah dan di hadapan orang tua kita.”

Kemudian si wanita meminta Yusuf berlutut selayaknya gaya para pria Holywood melamar. Hal ini menjadi kecaman banyak pihak yang merasa apa yang dilakukan pasangan kasmaran itu melecehkan kesucian Ka’bah.

Baca Juga: Ribuan Warga Suriah Pesisir Mengungsi ke Lebanon karena Konflik Sektarian

“Tentu saja saya malu melakukan ini di hadapan para jamaah, tapi saya pikir apa yang saya lakukan adalah benar,” ungkapnya setelah prosesi lamaran selesai.

Yusuf adalah anak seorang atase media di Kerajaan Saudi Arabia yang bernama Bahatiin Akyon, lapor media Arabnews.

Bagaimanapun, video ini menjadi viral dengan menuai berbagai komentar dari khalayak. Beberapa media Turki menyebut apa yang dilakukan Yusuf tidak menghormati di tempat yang sakral itu.

Sebagian bahkan meminta reporter itu untuk dipecat dari media tempat dia bekerja. “Diniatkan atau tidak, reporter Anda harus diberi pelajaran karena telah melecehkan situs suci kami,” tulis sebuah akun Merce Septioglu dalam Twitter.

Baca Juga: Suriah Umumkan Berakhirnya Operasi Militer di Wilayah Pesisir

Lainnya menyebut Yusuf berusaha mencari popularitas dengan mengabadikan hal tersebut di sosial medianya. Sementara yang lain khawatir hal itu akan membuat warga Turki dilarang melakukan ibadah oleh Kerajaan Arab di kemudian hari.

Warga Arab juga banyak berkomentar tentang hal ini. “Saya menghormati budaya romantisme negara lain, tapi saya harapkan kalian menghormati budaya lain seperti yang ada di situs suci ini. Apakah perlu melamar dengan cara ini?” tulis seorang Pemimpin Redaksi Ayn Al-Youm dalam Twitter-nya.

Namun, ada juga yang menyanjung apa yang dilakukan Yusuf. “Orang Arab menikah di masjid suci ini, dan bahkan mengundang siapa saja untuk menikah di sini. Ini hal yang normal,” tulis seorang warga Arab Khallid Balbisi.(T/RE1/R01)

Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

Baca Juga: Pelapor PBB Sebut Kejahatan Israel di Tepi Barat Ilegal dan Memalukan   

Rekomendasi untuk Anda

Kolom
Dunia Islam
Dunia Islam
Dunia Islam
Breaking News