Tel Aviv, MINA – Langkah-langkah Zionis Israel terhadap anak-anak yang meluncurkan layang-layang di Jalur Gaza telah memicu reaksi dan kritik yang luas, dengan menyebutnya sebagai tanda besarnya ketakutan Israel tentang segala bentuk kehidupan dan keteguhan warga Palestina.
Para pengamat mengatakan bahwa mainan layang-layang menjadi isu keamanan, menimbulkan pertanyaan tentang sifat kekhawatiran di balik langkah-langkah itu, serta kekhawatiran keamanan dan politik yang mereka cerminkan terhadap Jalur Gaza. Quds Press melaporkan, Kamis (27/8).
Ahli militer dan strategis Jenderal Munir Shehadeh menekankan bahwa layang-layang yang dimainkan anak-anak Gaza dengan telanjang kaki, dan kehilangan segalanya, telah berubah menjadi “bahaya strategis bagi keamanan nasional” dari sudut pandang Israel, dan isu mereka telah sampai ke Dewan Keamanan PBB.
Shehadeh menambahkan dalam sebuah posting di akunnya di platform X, bahwa “permainan dianggap sebagai senjata dalam kamus Israel.”
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sementara itu, jurnalis Hilal Wael mengatakan bahwa transformasi “benang kertas” menjadi ancaman strategis bagi sistem militer yang terintegrasi dan bersenjata berat mencerminkan ketakutan sebenarnya. Padahal layang-layang hanyalah bagaimana anak-anak Gaza menciptakan kebahagiaan di tengah kehancuran.
Ia menambahkan dalam sebuah posting di akunnya di platform X, bahwa desakan anak-anak Gaza untuk bermain laying-layang meskipun ada kehancuran dan penderitaan di sekitar mereka, merupakan ekspresi penolakan untuk menyerah pada kematian, dan upaya untuk melestarikan aspek kehidupan di tengah perang.
Sementara itu, aktivis Maya Rahal menganggap bahwa sekadar layang-layang telah menjadi, menurut kata-katanya, “ancaman serius bagi Israel,” meskipun Israel memiliki kemampuan militer yang maju, mencatat bahwa isu ini telah memicu gejolak politik di dalam pemerintahan Benjamin Netanyahu.
Rahal mengatakan bahwa layang-layang itu membangkitkan ketakutan dalam ingatan Israel terkait peristiwa 7 Oktober, dan mengungkapkan kekhawatiran yang terus berlanjut tentang kemungkinan kekambuhan, mengingat hal ini menjelaskan, menurutnya, perlakuan keras terhadap anak-anak yang bermain layang-layang.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Menteri Perang Israel Yisrael Katz mengancam hari Kamis akan menargetkan mereka yang bertanggung jawab meluncurkan balon dan layang-layang dari Jalur Gaza, serta akan mengevakuasi penduduk dari daerah atau lingkungan asal mereka.
Katz mengatakan bahwa setiap balon atau layang-layang yang diluncurkan dari Gaza menuju pemukiman selatan Israel “akan mulai mendapat respons yang tegas.”
Katz sebelumnya menyatakan setiap peluncuran sebagai “tindakan perang,” dengan mengatakan bahwa “aturan balon seperti aturan layang-layang, dan aturan layang-layang adalah aturan drone, baik membawa bahan peledak maupun tidak. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
















Mina Indonesia
Mina Arabic