Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

195 WNI Tertahan di Doha Akibat Perang AS-Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 21:28 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 21:28 WIB

26 Views

Bandara Internasional Hamad Qatar. (Japan Today)

Doha, MINA – Situasi geopolitik di Timur Tengah berdampak luas bukan hanya pada operasi militer, tetapi juga terhadap sektor penerbangan. Qatar menutup sementara ruang udaranya, menyebabkan 195 warga negara Indonesia (WNI) tertahan di Doha dan tidak dapat melanjutkan perjalanan mereka, termasuk pulang ke Tanah Air.

Penutupan ini terjadi sejak Sabtu, 28 Februari 2026, di tengah eskalasi konflik antara Iran dan koalisi yang dipimpin Amerika Serikat dan Israel.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Qatar, Syahda Guruh Langkah Samudera memastikan para WNI yang kini tertahan berada dalam kondisi aman dan tercatat di fasilitas akomodasi sementara sambil menunggu perkembangan situasi.

Menurut Syahda, semua WNI dipantau dengan cermat oleh perwakilan pemerintah dan belum ada laporan kejadian yang mengancam keselamatan mereka secara langsung.

Baca Juga: Imam Saudi Safari Ramadhan di Bangladesh, Tekankan Pentingnya Tauhid

Data dari Kementerian Luar Negeri RI menunjukkan terdapat sekitar 27.000 WNI yang tinggal di Qatar, dengan sekitar 9.700 orang telah melapor diri kepada Kedutaan Besar untuk memudahkan koordinasi perlindungan.

Imbauan untuk melapor diri terus disosialisasikan melalui berbagai kanal resmi agar pemetaan warga Indonesia tetap akurat di tengah dinamika situasi keamanan regional.

Penutupan ruang udara Qatar ini juga berdampak pada jaringan penerbangan internasional lainnya. Maskapai seperti Qatar Airways mengonfirmasi penangguhan operasi di Hamad International Airport hingga otoritas penerbangan sipil Qatar menyatakan wilayah udara dinyatakan aman kembali dan siap dibuka secara bertahap.

Ribuan penerbangan di kawasan ini dilaporkan dibatalkan sementara sebagai upaya antisipatif demi keselamatan penumpang dan awak pesawat.

Baca Juga: Warga Iran Turun ke Jalan Berduka atas Meninggalnya Khamenei

Dampaknya juga dirasakan di Indonesia. Maskapai nasional Garuda Indonesia menangguhkan sementara rute penerbangan dari dan menuju Doha sejak 28 Februari 2026, sambil terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan otoritas terkait serta otoritas penerbangan.

Beberapa penerbangan rute Timur Tengah lainnya, termasuk melalui Abu Dhabi dan Dubai, juga mengalami penundaan atau pembatalan.

Penutupan ruang udara Qatar serta gangguan penerbangan internasional merupakan bagian dari dampak lebih luas eskalasi militer di Timur Tengah sejak akhir Februari 2026.

Ketegangan ini meningkat tajam usai serangkaian serangan udara oleh AS dan Israel terhadap target di Iran, yang kemudian dibalas dengan serangan rudal dan drone oleh Teheran yang juga menimbulkan respons di negara-negara Teluk.

Baca Juga: Malaysia Kutuk Pembunuhan Khamenei, Serukan Gencatan Senjata

Dampak perang ini tidak hanya melumpuhkan jalur transportasi udara, tetapi juga memicu pembatalan penerbangan sipil, evakuasi penumpang, serta peningkatan risiko keamanan di sekitar kawasan. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, 150 Tanker Terhenti dan Pasar Minyak Bergejolak

Rekomendasi untuk Anda