Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Selat Hormuz Nyaris Lumpuh, 150 Tanker Terhenti dan Pasar Minyak Bergejolak

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Senin, 2 Maret 2026 - 07:07 WIB

Senin, 2 Maret 2026 - 07:07 WIB

145 Views ㅤ

Selat Hormuz (Boereport)

Hormuz, MINA – Ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah kini berdampak langsung terhadap arteri utama perdagangan energi dunia. Data pelacakan kapal menunjukkan sedikitnya 150 kapal tanker minyak dan LNG terhenti atau berlabuh di perairan sekitar Selat Hormuz, menyusul peringatan keamanan yang menyebar di bawah eskalasi konflik terbaru.

Situasi ini membuat jalur maritim yang selama ini dilalui oleh sekitar 20 % dari total ekspor minyak dunia nyaris lumpuh. Al-Jazeera melaporkan.

Analis pasar energi dan data pelayaran menggambarkan sejumlah besar kapal tanker melakukan pembelokan rute, penundaan, atau kembali ke pelabuhan karena risiko operasi yang meningkat.

Hal ini bukan hanya soal ketidakpastian keamanan, tetapi juga soal asuransi dan biaya operasional yang melonjak, karena banyak underwriter kini menetapkan premi risiko perang jauh lebih tinggi jika lewat jalur perairan itu.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Penghentian atau perlambatan lalu lintas kapal melalui selat ini mendorong ketidakstabilan harga minyak mentah di pasar global. Dalam perdagangan awal pekan, harga minyak mentah acuan internasional seperti Brent dan West Texas Intermediate (WTI) mencatat lonjakan karena investor dan pelaku pasar bersiap menghadapi potensi gangguan pasokan jangka panjang jika konflik terus memanas dan rute tidak aman kembali.

Sementara itu, sejumlah perusahaan pelayaran besar dan operator tanker internasional telah mengumumkan penghentian sementara transit melalui selat hingga situasi keamanan dinilai lebih aman.

Pemberitahuan VHF dari pasukan keamanan regional kepada kapal-kapal di area Teluk memperingatkan bahwa navigasi di perairan itu “tidak direkomendasikan untuk keselamatan,” meskipun belum ada deklarasi resmi penutupan penuh dari otoritas setempat.

Keadaan tersebut juga memicu antisipasi lebih jauh dari lembaga energi global. Direktur Eksekutif International Energy Agency (IEA) menyatakan bahwa pihaknya secara aktif memantau perkembangan dan implikasinya terhadap pasokan minyak dan gas, termasuk dampaknya terhadap stabilitas pasar energi global.

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Pernyataan ini merupakan respons terhadap gangguan lalu lintas kapal yang signifikan di dalam dan sekitar selat strategis tersebut.

Selat Hormuz merupakan salah satu jalur pelayaran paling penting di dunia bagi ekspor minyak dan gas, menghubungkan produsen utama dari Teluk Persia seperti Arab Saudi, Irak, Kuwait, Uni Emirat Arab, Qatar, dan Iran dengan pembeli di Asia, Eropa, dan Amerika.

Ketika rute ini terganggu oleh risiko konflik militer atau ketegangan geopolitik, dampaknya tidak hanya dirasakan oleh harga minyak, tetapi juga terhadap stabilitas ekonomi global dan rantai pasokan energi di berbagai negara. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi

Rekomendasi untuk Anda

Internasional
Internasional
Internasional
Dunia Islam
Internasional