200 PETANI MYANMAR GELAR AKSI PROTES PERAMPASAN TANAH

petani myanmar protes rampas lahan ke militer
Foto: dvb
Foto: dvb

Hpruso-Karenni, 29 Rajab 1435/ 28 Mei 1435 (MINA) – Lebih dari 200 petani menggelar aksi protes terhadap perampasan lahan pertanian yang disita oleh militer Myanmar di kota Hpruso di Negara Karenni.

Lebih dari 1.200 hektar lahan pertanian diduga disita sekitar 10 tahun yang lalu dari 109 warga di desa Sokyaku oleh tentara Miyanmar 531 st Light Infantry Battalion. Penduduk setempat mengatakan, saat mereka pergi untuk membajak tanah pada Selasa pagi mengungkapkan rasa frustrasi mereka yang menyerukan kepada pemerintah untuk mengembalikan tanah telah berulang kali diabaikan.

“Militer mengatakan para petani bisa bekerja kembali jika mereka menandatangani pengakuan bahwa tanah itu milik mereka. Kami menolak untuk melakukan itu dan sekarang mereka telah mengancam untuk ‘mengambil tindakan’ melawan kami, “ujar seorang warga. Demikian yang diberitakan website Democratic Voice of Burma dan dikutip Mi’raj Islamic News Agency (MINA).

Dia mengatakan bahwa para petani memutuskan untuk menggelar aksi protes bersama-sama dan kembali membajak sawah untuk menantang militer.

Seorang juru bicara bagi warga desa mengatakan beberapa dari mereka yang sebelumnya berusaha untuk kembali bekerja di lahan pertanian mereka tetapi mereka dilecehkan dan diancam oleh tentara. Namun, kata dia, saat ini mereka bertekad untuk tidak mundur dan telah bersumpah untuk kembali pada Rabu melanjutkan protes budidaya.

Demonstrasi diawasi oleh sekitar 10 petugas dari kantor polisi setempat, namun tidak ada penangkapan yang dilakukan.

Para petani, dalam kapasitasnya sebagai pemilik tanah asli, mengatakan mereka telah menghubungi anggota parlemen lokal dan Komisi Investigasi Perampasan Tanah tingkat negara bagian, serta Partai Progresif Nasional Karenni (KNPP), namun tidak mendapatkan respon.

Khu Plu Reh, koordinator di kantor penghubung KNPP di Negara Karenni ibukota Loikaw, mengatakan penduduk desa Sokyaku telah meminta pemerintah negara bagian untuk membantu mereka reklamasi kepemilikan tanah.

Dia menambahkan bahwa pihak berwenang militer Myanmar tahun lalu berjanji untuk Serikat Parlemen bahwa mereka akan kembali lebih dari 150.000 dari sekitar 300.000 hektar lahan pertanian disita di seluruh negeri selama era junta militer. “Namun, pelaksanaannya sangat lambat,” katanya.(T/P08)
Mi’raj Islamic News Agency (MINA)

– See more at: http://rna-press.com/en/news/26477.html#sthash.BVi1LwJI.dpuf

Comments: 0