97 Orang Hilang setelah Perahu Pencari Suaka Tenggelam di Laut Mediterania

Hampir 100 orang hilang setelah sebuah kapal pencari suaka tenggelam di Laut Mediterania dekat lepas pantai Tripoli, Libia. (Foto: banglanews24.com)

Tripoli, 17 Rajab 1428/14 April 2017 (MINA) – Sedikitnya 97 orang dinyatakan hilang dan diyakini tenggelam setelah perahu yang mereka tumpangi tenggelam di Laut Mediterania pada Kamis (13/4) waktu setempat, demikian laporan penjaga pantai Libia.

Juru bicara Ayoub Qassem mengatakan 23 imigran berhasil diselamatkan sekitar 10 kilometer di lepas pantai Tripoli setelah pihak berwenang menerima panggilan darurat 15 wanita dan lima anak di antara mereka masih hilang.

Perahu dijejali oleh warga negara Afrika yang mencari suaka di Eropa. “Perahu benar-benar hancur,” ujar Qaseem seperti dimuat Al Jazeera yang dikutip MINA.

Mereka yang selamat, semuanya laki-laki, ditemukan mengambang dengan kondisi menempel di perangkat pelampung.

Sementara korban yang hilang diperkirakan tewas. Qassem menambahkan cuaca buruk telah mempersulit atau menghalangi pencarian jasad mereka.

Libia telah menjadi titik keberangkatan utama bagi orang-orang yang mempertaruhkan hidup mereka menyeberangi Laut  Mediterania ke Eropa.

Berasal terutama dari negara-negara sub-Sahara, sebagian besar kapal kayu pencari suaka yang dioperasikan oleh sindikat perdagangan orang di barat negara itu, menuju Pulau Lampedusa di Italia yang jaraknya 300 kilometer.

Sejak awal tahun ini, setidaknya 590 orang tewas atau hilang di sepanjang pantai Libia, Organisasi Internasional untuk Migrasi (IOM) mengatakan pada akhir Maret.

Pada 2016, lebih dari 5.000 orang kehilangan nyawa mereka di laut – sebuah catatan tahunan – ketika mereka melakukan perjalanan berbahaya untuk melarikan diri dari perang, kemiskinan, dan penganiayaan.

Pada 2015, setidaknya 3.771 pengungsi meninggal saat melintasi Mediterania, naik dari 3.279 pada tahun sebelumnya.

Lebih dari 24.000 pencari suaka tiba di Italia dari Libia selama tiga bulan pertama tahun ini. Angka itu naik dari 18.000 orang pada periode yang sama tahun lalu, menurut Komisioner Tinggi PBB untuk Pengungsi.

Pemerintah Jerman pada Kamis mengatakan akan mendukung larangan ekspor kapal dari Uni Eropa ke Libia sebagai bagian dari langkah-langkah untuk membendung aliran orang di seluruh penjuru Mediterania.

Pada Februari, para pemimpin Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk memberikan US$215 juta (Rp2,8 triliun) kepada pemerintah Libia guna menghentikan perahu migran di wilayah perairan negara itu. (R11/RS1))

Miraj Islamic News Agency/MINA