BULAN Ramadhan menjadi bulan luar biasa dalam hidup setiap orang beriman, Bulan yang penuh dengan rahmat, pengampunan, dan kesempatan untuk mendekatkan diri kepada Allah.
Bulan Ramadhan adalah kesempatan terbatas yang datang setiap tahun untuk mensucikan jiwa, memperbaiki hubungan dengan Allah dan sesama, serta meraih pahala besar dan ampunan.
Dengan niat ikhlas, ibadah istiqamah, dan menghidupkan malam-malam ibadah (tarawih, tadarus Al-Quran, sedekah), setiap hari Ramadhan bisa menjadi titik balik menuju hidup yang lebih bertaqwa.
Karena itu, bagi orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan sesuai dengan ketentuan yang telah Allah tetapkan, akan mendapatkan beberapa gajaran balasan, di antaranya:
Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan
- Diampuni dosa-dosanya.
Orang yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan keikhlasan akan mendapat ampunan Allah Subhanahu Wa Ta’ala.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda :
وَمَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa shaum karena imannya (kepada Allah) dan hanya mengharapkan (ridha-Nya), niscaya akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”(H.R. Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ وَعَرَفَ حُدَودَهُ وَتَحَفَّظَ مِمَّا كَانَ يَنْبَغِى لَهُ أَنْ يَتَحَفَّظَ فِيهِ كَفَّرَ مَا قَبْلَهُ
”Barangsiapa shaum Ramadhan dan mengetahui segala batas-batasnya, serta memelihara diri dari segala yang baik dipelihara diri darinya, niscaya menutupi dosa-dosanya yang telah lalu”. (H.R. Ahmad dan Al-Baihaqi dari Abu Sa’id Radhiyallahu ‘Anhu).
مَا مِنْ عَبْدٍ يَصُومُ يَوْمًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ إِلاَّ بَاعَدَ اللَّهُ بِذَلِكَ الْيَوْمِ وَجْهَهُ عَنْ النَّارِ سَبْعِينَ خَرِيفًا
“Siapa dari seorang hamba shaum suatu hari di jalan Allah, kecuali Allah jauhkan dirinya dengan neraka sejauh tujuh puluh tahun”. (H.R. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘Anhu).
Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu
- Mendapatkan syafa’at (pertolongan) di hari akhir.
Seperti disebutkan di dalam hadits:
الصِّيَامُ وَالْقُرْآنُ يَشْفَعَانِ لِلْعَبْدِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ يَقُولُ الصِّيَامُ أَيْ رَبِّ مَنَعْتُهُ الطَّعَامَ وَالشَّهَوَاتِ بِالنَّهَارِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ وَيَقُولُ الْقُرْآنُ مَنَعْتُهُ النَّوْمَ بِاللَّيْلِ فَشَفِّعْنِي فِيهِ قَالَ فَيُشَفَّعَانِ
“Puasa dan Al-Qur’an itu memintakan syafa’at untuk seseorang di hari Kiamat nanti. Shaum berkata : Wahai Rabbku, aku telah mencegah dia memakan makanan dan menyalurkan syahwatnya di siang hari, maka berilah aku hak untuk memintakan syafa’at baginya. Dan berkata pula Al-Qur’an : Wahai Rabbku aku telah mencegah dia tidur di malam hari (karena membacaku), maka berilah aku hak untuk memintakan syafaat baginya. Maka keduanya diberi hak untuk memintakan syafaat.” (H.R..Ahmad dari Abdullah bin Amr Radhiyallahu ‘Anhu).
- Mendapatkan dua kebahagiaan
Sebagaimana disebutkan di dalam hadits:
Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam
لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ فَرْحَةٌ عِنْدَ إِفْطَارِهِ وَفَرْحَةٌ حِينَ يَلْقَى رَبَّهُ عَزَّ وَجَلَّ
Artinya : “Bagi orang yang shaum mendapat dua kebahagiaan, satu kebahagiaan saat berbuka, dan satu kebahagiaan saat berjumpa dengan Rabbnya”. (H.R. Ahmad dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
- Bersih dari dosa sebagaimana bayi baru dilahirkan.
Disebutkan di dalam hadits:
شَهْرٌ كَتَبَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
Baca Juga: Kehidupan Berbangsa dalam Perspektif Al-Qur’an
“Bulan (Ramadhan) diwajibkan Allah atas kalian berpuasa dan dianjurkan bagi kalian shalat (malam), maka barangsiapa yang shaum dan shalat (malam) dengan keimanan dan pengharapan akan ridha Allah akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana hari dilahirkan oleh ibunya”. (H.R. Ibnu Majah).
إنَّ اللَّهَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى فَرَضَ صِيَامَ رَمَضَانَ عَلَيْكُمْ وَسَنَنْتُ لَكُمْ قِيَامَهُ فَمَنْ صَامَهُ وَقَامَهُ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ
“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah memfardhukan shaum Ramadhan atas kalian dan menganjurkan atas kalian shalat malam di dalamnya, maka berangsiapa shaum dan shalat malam (pada bulan Ramadhan) dengan keimanan dan pengharapan akan ridha Allah akan keluar dari dosa-dosanya sebagaimana hari dilahirkan oleh ibunya”. (H.R. Nasa’i).
- Berhak masuk ke dalam syurga.
Rasulullah menyebutkan:
Baca Juga: Perang Gaza dan Perubahan Persepsi Publik Amerika terhadap Palestina
مَنْ آمَنَ بِاللَّهِ وَبِرَسُولِهِ وَأَقَامَ الصَّلَاةَ وَصَامَ رَمَضَانَ كَانَ حَقًّا عَلَى اللَّهِ أَنْ يُدْخِلَهُ الْجَنَّةَ
“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mendirikan shalat, dan berpuasa Ramadhan, maka wajib bagi Allah memasukkannya ke syurga”. (H.R. Bukhari dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu).
اتَّقُوا اللَّهَ رَبَّكُمْ وَصَلُّوا خَمْسَكُمْ وَصُومُوا شَهْرَكُمْ وَأَدُّوا زَكَاةَ أَمْوَالِكُمْ وَأَطِيعُوا ذَا أَمْرِكُمْ تَدْخُلُوا جَنَّةَ رَبِّكُمْ
“Bertaqwalah kepada Allah Tuhan kalian, dan shalatlah kalian lima waktu, dan shaumlah kalian pada bulan (Ramadhan), dan tunaikanlah zakat harta-harta kalian, dan tha’atilah perintah atas kalian, niscaya akan dimasukkan ke dalam syurga Tuhan kalian”. (H.R. At-Tirmidzi dari Abu Umamah Radhiyallahu ‘Anhu).
Baca Juga: Berubah ke Arah yang Lebih Baik
إِنَّ فِي الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لاَ يَدْخُلُ مَعَهُمْ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَدْخُلُونَ مِنْهُ فَإِذَا دَخَلَ آخِرُهُمْ أُغْلِقَ فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَدٌ
”Sesungguhnya di syurga itu ada sebuah pintu yang disebut “Ar-Rayyaan”. Pada hari kiamat berkata: Di manakah orang yang shaum? Untuk masuk syurga melalui pintu itu. Jika yang terakhir di antara mereka sudah memasuki pintu itu, maka ditutuplah pintu itu.” (H.R. Bukhari dan Muslim).
- Secara fisik menambah kesehatan.
Seperti dinyatakan di dalam hadits:
اُغْزُوْاتَغَنَّمُوْا وَصُوْمُوْا تَصِحُّوْا وَسَافِرُوْاتَسْتَغْنُوْا
Baca Juga: Al-Aqsa Cahaya Keberkahan yang Menyinari Alam Semesta Sepanjang Masa
”Berperanglah niscaya kalian mendapat ghanimah, berpuasalah kalian niscaya kalian menjadi sehat, dan bepergianlah kalian niscaya kalian akan berkecukupan”. (H.R. Ath-Thabrani).
Demikian berbagai keutamaan puasa Ramadhan bagi orang beriman, jika dapat melaksanakannya dengan baik dan benar. Semoga kita dapat menjalankannya. Aamiin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Keutamaan Al-Qur’an: Dari Musabaqah untuk Diamalkan dalam Kehidupan
















Mina Indonesia
Mina Arabic