Gaza, MINA – Sekelompok sukarelawan bekerja tak kenal menyerah untuk menyelamatkan beberapa manuskrip tak ternilai harganya warisan budaya kuno mereka dari puing-puing Perpustakaan Masjid Omari di Kota Gaza.
Masjid Omari rusak parah oleh serangan bombardier pendudukan dan menghancurkan sebagian besar perpustakaan tersebut. Dikutip dari TRT World, Rabu (25/2).
“Saya terkejut dan tercengang ketika saya melihat tingkat kehancuran di perpustakaan,” kata Haneen Al-Amsi, salah satu relawan.
Ia menambahkan, kehancuran masjid tertua di Gaza itu telah mendorongnya dan teman-temannya untuk berinisiatif menyelamatkan manuskrip berharga di dalamnya.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Haneen, yang mengepalai Yayasan Relawan Eyes on Heritage, mengatakan bagian barat perpustakaan terbakar ketika masjid itu diserang oleh pasukan zionis, menyebabkan kerusakan permanen.
“Perpustakaan itu diperkirakan berisi sekitar 20.000 buku, tetapi saat ini kami tersisa kurang dari 3.000 atau 4.000,” jelasnya.
Perpustakaan Masjid Omari merupakan perpustakaan terbesar ketiga di Palestina setelah perpustakaan Masjid Al-Aqsa dan perpustakaan Ahmed Pasha al Jazzar, ujarnya.
“Ini adalah perpustakaan sejarah penting yang berisi manuskrip asli dan beragam koleksi buku tentang yurisprudensi, kedokteran, hukum Islam, sastra dan berbagai bidang lainnya,” imbuhnya, dengan raut muka sedih.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sejarah Gaza membentang ribuan tahun yang lalu, menjadikan wilayah itu penuh dengan artefak arkeologi dari peradaban masa lalu, termasuk orang Kanaan, Mesir, Persia, dan Yunani. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
















Mina Indonesia
Mina Arabic