Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lebih dari 80 Persen Jaringan Air dan Sanitasi Gaza Hancur

Hasanatun Aliyah Editor : Widi Kusnadi - Senin, 31 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Senin, 31 Agustus 2026 - 09:45 WIB

35 Views

Gaza, MINA – Pejabat pengendalian air dan sanitasi di Jalur Gaza, Saeed Al-Aklouk memperingatkan memburuknya bencana air dan lingkungan di wilayah tersebut, di tengah hancurnya lebih dari 80 persen jaringan air dan sanitasi yang disertai dengan penurunan tajam produksi air serta meningkatnya risiko kontaminasi.

Al-Aklouk mengatakan dalam wawancara radio pada Ahad (30/8), produksi air di Jalur Gaza turun dari sekitar 300.000 meter kubik per hari menjadi hanya 123.000 meter kubik, sementara jatah air per kapita turun menjadi antara 21 hingga 22 liter per hari.

Penurunan ini mencerminkan besarnya kerusakan yang dialami sistem air, sementara fasilitas di Jalur Gaza menghadapi kesulitan besar dalam mengoperasikan dan memperbaiki jaringan yang rusak.

Al-Aklouk memperingatkan, hancurnya jaringan sanitasi dan kerusakan infrastruktur menyebabkan limbah bocor ke akuifer bawah tanah, meningkatkan tingkat kontaminasi dan mengancam salah satu sumber air terpenting di Jalur Gaza.

Baca Juga: Eisenkot Tolak Gabung Pemerintahan Netanyahu

Ia menjelaskan bahwa kebocoran limbah yang terus berlanjut ke dalam tanah dan air tanah memperburuk risiko lingkungan, terutama dengan terbatasnya sumber daya yang tersedia untuk menangani kerusakan dan mengendalikan sumber polusi.

Tingkat keparahan situasi semakin meningkat, menurut Al-Aklouk, di tengah kurangnya bahan sterilisasi dan keterbatasan kemampuan yang diperlukan untuk menguji kualitas air, sehingga menyulitkan pemantauan sumber air dan memastikan keamanannya.

Kerusakan jaringan air dan sanitasi, serta lemahnya kemampuan untuk menguji dan mengolah air, membuat Jalur Gaza menghadapi risiko yang semakin besar terkait kontaminasi dan penyebaran bahaya kesehatan.

Al-Aklouk menekankan, terus memburuknya sistem air dan sanitasi memperburuk krisis kemanusiaan dan lingkungan di Jalur Gaza. Ia memperingatkan bahwa kelanjutan situasi saat ini dapat menyebabkan kontaminasi lebih lanjut dan meningkatkan risiko kesehatan.

Baca Juga: Israel Lanjutkan Penangkapan Warga Gaza Saat Kembali dari Pengobatan Luar Negeri 

Peringatan ini muncul di saat dampak kehancuran infrastruktur tidak hanya terbatas pada kekurangan air, tetapi juga meluas ke lingkungan dan kesehatan masyarakat, dengan menurunnya kemampuan untuk mengolah limbah, memantau kualitas air, dan memasok bahan sterilisasi.

Dengan demikian, Gaza tidak hanya menghadapi krisis dalam jumlah air yang tersedia, tetapi juga krisis menyeluruh dalam sistem air dan sanitasi, yang dimulai dari kehancuran jaringan dan tidak berakhir dengan penurunan produksi, tetapi meluas ke akuifer bawah tanah, lingkungan serta kesehatan masyarakat.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Dalam Sebulan, Pemukim Israel Lakukan 1.349 Serangan Terhadap Warga Palestina

Rekomendasi untuk Anda

Palestina
Palestina
Palestina
Palestina
Palestina
Palestina