Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Doa Berlindung dari Takdir Buruk dan Cercaan Manusia

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 30 Juli 2026 - 11:31 WIB

Kamis, 30 Juli 2026 - 11:31 WIB

68 Views ㅤ

Ilustrasi: Berdoa (ist)

PERNAHKAH kita merasakan ketakutan akan masa depan yang tak tentu? Atau tersiksa oleh cemoohan orang-orang di sekitar ketika kita sedang terpuruk?

Ada satu doa yang diajarkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam untuk melindungi diri dari dua hal yang paling menyakitkan itu: nasib buruk yang tak terduga, dan ejekan musuh saat kita jatuh.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam biasa memohon perlindungan dengan doa yang sarat makna:

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ جَهْدِ الْبَلاَءِ، وَدَرَكِ الشَّقَاءِ، وَسُوءِ الْقَضَاءِ، وَشَمَاتَةِ الأَعْدَاءِ

“Allaahumma innii a’uudzu bika min jahdil balaa’, wa darakisy syaqaa’, wa suu’il qadhaa’, wa syamaatatil a’daa’.”

Baca Juga: Rizky Ridho Selebrasi dengan Sujud Syukur, Ini Maknanya dalam Islam

Artinya: “Ya Allah, sungguh aku berlindung kepada-Mu dari beratnya cobaan, dari kesengsaraan yang hebat, dari takdir yang buruk, dan dari kegembiraan musuh atas kekalahan.” (HR Bukhari dan Muslim).

Doa ini menunjukkan betapa pentingnya perlindungan ini bagi seorang Muslim.

Mari kita renungkan satu per satu makna dari keempat permohonan ini.

  1. Min Jahdil Balaa’ (Dari Beratnya Cobaan)

Ini adalah permohonan agar dijauhkan dari ujian yang melampaui batas kemampuan. Terkadang cobaan datang bertubi-tubi, menghantam dari segala arah, hingga hampir menghancurkan mental dan fisik kita. Kita berlindung kepada Allah agar tidak diberikan beban yang tak sanggup kita pikul.

Baca Juga: 2 Oktober 1187: Ketika Panglima Shalahuddin Membebaskan Masjid Al-Aqsa

  1. Min Darakisy Syaqaa’ (Dari Kesengsaraan yang Hebat)

Ada penderitaan yang berkepanjangan, merenggut kegembiraan, dan membuat hidup terasa hampa. Ini adalah permohonan agar dijauhkan dari kesengsaraan yang tak berkesudahan, baik berupa penyakit kronis, kemiskinan yang melilit, atau kesulitan hidup yang terus menerus.

  1. Min Suu’il Qadhaa’ (Dari Takdir yang Buruk)

Ini adalah inti dari perlindungan dari “nasib buruk”. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan kita untuk memohon agar Allah menjauhkan kita dari ketentuan yang buruk. Bukan berarti kita tidak menerima takdir, tetapi kita memohon agar Allah memberikan takdir yang baik dan melindungi kita dari akibat buruk dari suatu ketetapan.

  1. Min Syamaatatil A’daa’ (Dari Kegembiraan Musuh atas Kekalahan)

Inilah yang paling menyakitkan bagi jiwa: ketika kita sedang jatuh, menderita, atau tertimpa musibah, lalu musuh-musuh kita justru bersorak dan mengejek. Doa ini adalah perlindungan dari rasa sakit karena cemoohan manusia.

Rasulullah berlindung dari syamatah al-a’da’, ejekan dan kegembiraan musuh yang menang atas kita. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam pun berlindung dari ini, mengajarkan kita bahwa sakitnya cercaan manusia saat kita terpuruk adalah ujian tersendiri yang butuh pertolongan Allah.

Baca Juga: Seruan untuk Menjaga Planet dan Taubat Global Untuk Lingkungan Hidup

Kita membaca doa ini sebagai pengakuan bahwa kita lemah, bahwa masa depan adalah rahasia Allah, dan bahwa hanya Dialah tempat kita berlindung. Dengan demikian, hati kita menjadi lebih tenang menghadapi ketidakpastian, dan kita tidak mudah goyah oleh cemoohan orang lain.

Mari, jangan biarkan ketakutan akan masa depan dan sakitnya cercaan manusia merusak ketenangan kita.

Kita meyakini dengan doa ini bahwa Allah adalah sebaik-baik pelindung, dan serahkan segala urusan kepada-Nya. Hanya dengan izin-Nya, takdir berubah, dan hanya dengan pertolongan-Nya, cemoohan musuh tak berarti.

Semoga Allah  mengabulkan doa-doa kita. Aamiin. []

Baca Juga: Doa Menyambut Turunnya Hujan yang Membasahi Bumi

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

MINA Health
Tausiyah
Tausiyah
Hikmah