Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Utang Nasional AS Tembus Senilai Rp712.000 Triliun untuk Pertama Kali dalam Sejarah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:38 WIB

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:38 WIB

36 Views ㅤ

Ilustrasi: Keuangan AS. (dreamstime)

Washington, MINA – Utang nasional bruto Amerika Serikat untuk pertama kalinya dalam sejarah melampaui angka US$40 triliun (senilai Rp712.000 triliun), menurut data dari Departemen Keuangan AS yang dirilis pada Rabu (19/8).

Ini adalah tonggak bersejarah sekaligus alarm bagi stabilitas fiskal negara adidaya tersebut.

Total utang publik yang beredar mencapai US$40,05 triliun pada penutupan bisnis Selasa (18/8), jauh melampaui perkiraan sebelumnya dari Kantor Anggaran Kongres yang memproyeksikan total pinjaman hanya mencapai US$39,4 triliun pada akhir tahun fiskal 2026. Channel News Asia melaporkan, Kamis (20/8).

Peningkatan utang ini terjadi seiring dengan membengkaknya kewajiban jangka panjang AS terkait jaminan sosial dan layanan kesehatan, sementara pembayaran bunga utang juga terus meroket.

Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS

Meningkatnya utang AS muncul di tengah kekhawatiran tentang inflasi, perang yang berkepanjangan di Timur Tengah, dan pengeluaran pemerintah yang memicu kecemasan para investor. Akibatnya, biaya pinjaman pun melonjak.

Imbal hasil obligasi Treasury jangka panjang naik pada Selasa (18/8) ke level tertinggi sejak 2007, mencerminkan tekanan harga yang meningkat akibat perang terhadap Iran dan kekhawatiran atas pengeluaran defisit AS.

Kenaikan ini memaksa pemerintah AS untuk melakukan refinancing utang dengan tingkat bunga tertinggi sejak sebelum krisis keuangan global 2008. Namun, Departemen Keuangan AS bergerak untuk menstabilkan pasar obligasi jangka panjang pada Rabu pagi, sehingga imbal hasil berhasil turun.

Pemerintah federal AS beroperasi dengan defisit dan meminjam uang untuk menutupi kewajibannya, termasuk pengeluaran perang dan pemotongan pajak. Angka US$40 triliun ini menjadi peringatan bahwa tekanan fiskal AS semakin berat di tengah ketidakpastian global. []

Baca Juga: Demokrat Unggul di Pemilu Sela AS, Keisha Bottoms hingga Deb Haaland Ukir Sejarah Baru

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda