Washington, MINA – Partai Demokrat meraih kemenangan dalam pemilihan umum sela Amerika Serikat yang digelar Selasa (3/11). Hasil ini juga diwarnai sejumlah catatan sejarah dari kandidat kelompok yang selama ini kurang terwakili di panggung politik negara itu.
Dalam pemilu tersebut, seluruh 435 kursi DPR AS, 35 kursi Senat, serta jabatan gubernur di 36 negara bagian diperebutkan. Sejumlah jaringan televisi memproyeksikan Demokrat merebut kembali mayoritas DPR, sementara penghitungan suara untuk menentukan penguasaan Senat masih berlangsung. Channel News Asia melaporkan, Rabu (4/11).
Di Georgia, kandidat Demokrat Keisha Lance Bottoms memenangi pemilihan gubernur. Ia tercatat sebagai perempuan kulit hitam pertama yang terpilih sebagai gubernur di AS. Mantan Wali Kota Atlanta itu mengalahkan Rick Jackson, pengusaha miliarder di bidang layanan kesehatan, sekaligus mengakhiri dominasi Partai Republik di kursi gubernur Georgia selama lebih dari dua dekade.
Di New Hampshire, anggota DPR AS Chris Pappas memenangi kursi Senat. Ia menjadi pria gay pertama yang terpilih secara terbuka sebagai senator AS. Pappas telah duduk di DPR sejak 2019 dan menekankan pentingnya perlindungan dari diskriminasi.
Baca Juga: Trump Ancam Gunakan Veto Usai Demokrat Menang Pemilu Sela AS
Sementara itu, di New Mexico, Deb Haaland menjadi perempuan pribumi Amerika pertama yang terpilih sebagai gubernur setelah mengalahkan kandidat Republik Gregg Hull. Anggota suku Laguna Pueblo itu sebelumnya menjabat Menteri Dalam Negeri era Presiden Joe Biden dan menjadi warga pribumi Amerika pertama yang duduk di kabinet AS.
Di Texas, Gina Hinojosa tercatat sebagai perempuan Latina pertama yang terpilih sebagai gubernur negara bagian itu. Di Michigan, politikus sayap kiri Abdul El-Sayed masih bersaing dalam perebutan kursi Senat. Jika menang, ia akan menjadi Muslim pertama yang terpilih sebagai senator AS. Adapun Pemimpin Minoritas DPR Hakeem Jeffries diperkirakan menjadi Ketua DPR kulit hitam pertama jika Demokrat resmi menguasai majelis tersebut.
Bill Shiebler dari organisasi nirlaba State Voices menilai hasil pemilu ini sebagai penolakan terhadap kebencian dan perpecahan. Menurut dia, pemilih kini semakin melihat diri mereka terwakili oleh para pemimpin yang dipilih. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Yair Golan Kritik Netanyahu Usai Trump Umumkan Penghentian Bantuan AS untuk Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic