Jakarta, MINA – Eskalasi konflik antara kelompok Houthi di Yaman dan Arab Saudi terus menjadi sorotan tajam berbagai pihak. Pengamat hubungan internasional Dina Sulaiman menilai bahwa penyelesaian komprehensif atas ketegangan militer ini sepenuhnya berada di tangan pemerintah Arab Saudi.
Dalam sesi wawancara di stasiun TV nasional, Selasa (13/10) Dina menyatakan, langkah Riyadh dipandang sebagai penentu utama dalam meredakan ketegangan regional yang kian memanas. Keputusan politik dan militer kerajaan dinilai memiliki daya tawar yang besar untuk mengubah arah situasi di perbatasan serta wilayah Yaman.
Di sisi lain, intensitas pertempuran yang melibatkan serangan udara dan rudal telah memicu dampak luas terhadap stabilitas infrastruktur sipil. Kondisi ini menuntut adanya dialog serius guna mencegah jatuhnya lebih banyak korban jiwa dari masyarakat sipil.
Sejumlah negara tetangga dan organisasi internasional terus mendesak agar jalur diplomasi dikedepankan. Upaya gencatan senjata dinilai mendesak untuk segera dihidupkan kembali demi menghindari krisis kemanusiaan yang lebih parah di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup
Kendati demikian, tantangan di lapangan masih cukup kompleks mengingat masing-masing pihak yang berseteru saling melancarkan aksi balasan. Pengamat menekankan bahwa komitmen kuat dari Riyadh untuk membuka ruang perundingan akan menjadi titik balik penting.
Hingga kini, komunitas internasional tetap memantau perkembangan situasi secara seksama. Harapan besar disematkan kepada para pemimpin regional untuk segera menghentikan eskalasi demi terciptanya keamanan dan perdamaian jangka panjang. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya
















Mina Indonesia
Mina Arabic