SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Karhutla Jambi 4,8 Ribu Hektare Terbakar, Kualitas Udara Berbahaya

Ansaf Muarif Gunawan Editor : Widi Kusnadi - 21 jam yang lalu

21 jam yang lalu

25 Views ㅤ

Udara yang tidak sehat akibat kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) (Foto: x/BNPB)

Jambi, MINA – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Provinsi Jambi masih menjadi ancaman serius pada Selasa (20/10). Selain melahap ribuan hektare lahan sepanjang tahun ini, kebakaran juga memicu kabut asap yang memperburuk kualitas udara dan mengganggu aktivitas masyarakat.

Berdasarkan data Satuan Tugas Karhutla Jambi, luas lahan terbakar sejak 1 Januari hingga 18 Oktober 2026 mencapai 4.852,72 hektare.

Kabupaten Batang Hari menjadi wilayah dengan luasan kebakaran terbesar, yakni sekitar 1.376 hektare, disusul Kabupaten Tanjung Jabung Barat sekitar 674 hektare dan Tanjung Jabung Timur sekitar 659 hektare.

Ancaman kabut asap juga terlihat dari hasil pemantauan kualitas udara. Pada Selasa (20/10) pukul 10.03 WIB, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kota Jambi mencapai 388 atau masuk kategori berbahaya.

Baca Juga: Jadwal Como 1907 vs Manchester United: “Darah Indonesia” di Liga Champions

Sementara itu, Kabupaten Muaro Jambi mencatat angka 277, Tanjung Jabung Timur 222, dan Kabupaten Tebo 210, yang seluruhnya berada pada kategori sangat tidak sehat.

Di tengah kondisi tersebut, petugas gabungan terus melakukan pemadaman di kawasan rawan kebakaran.

Kementerian Kehutanan melaporkan sebanyak 92 personel Manggala Agni dari Jambi, Pekanbaru, dan Dumai bersama Satgas Karhutla melakukan penanganan di tujuh titik api di dalam dan sekitar Taman Hutan Raya Orang Kayo Hitam serta Taman Nasional Berbak Sembilang pada Senin (19/10).

Dampak karhutla tidak hanya dirasakan melalui penurunan kualitas udara, tetapi juga mengganggu kegiatan ekonomi masyarakat.

Baca Juga: Jadwal Persija vs Arema FC: Macan Kemayoran Siap Kembali ke Puncak Klasemen

Sebelumnya Senin (19/10), Gubernur Jambi Al Haris menyalurkan 200 paket sembako dan masker kepada warga terdampak asap di Kabupaten Bungo. Bantuan tersebut menyasar pekerja lapangan dan pengemudi transportasi yang penghasilannya terganggu akibat berkurangnya aktivitas masyarakat.

Untuk mengurangi risiko kesehatan, masyarakat diimbau membatasi kegiatan di luar ruangan ketika kualitas udara memburuk, menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel halus, serta memantau perkembangan ISPU melalui sumber resmi.

Anak-anak, lansia, ibu hamil, dan orang dengan gangguan pernapasan perlu mendapat perlindungan lebih karena berisiko mengalami dampak lebih berat akibat paparan asap.

Penanganan karhutla membutuhkan upaya berkelanjutan melalui pemadaman, pendinginan lahan, pemantauan titik panas, dan penegakan hukum terhadap pembakaran ilegal.

Baca Juga: Pemkot Makkah Terbitkan Pedoman Pencegahan Banjir di Tengah Peringatan Cuaca Ekstrem

Masyarakat juga diminta tidak membuka lahan dengan cara membakar serta segera melaporkan titik api kepada petugas agar kebakaran dapat ditangani sebelum meluas. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Cuaca Sumatra Hari Ini, Rabu 21 Oktober: Aceh Waspada Hujan Lebat, Sumsel Masih Panas

Rekomendasi untuk Anda