SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BAZNAS Targetkan Pengumpulan Zakat Nasional Rp70 Triliun pada 2027

sajadi Editor : Rudi Hendrik - Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:14 WIB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 23:14 WIB

36 Views ㅤ

Konferensi Pers Rakornas BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026 (Foto: Sajadi/MINA)
Konferensi Pers Rakornas BAZNAS 2026 di Jakarta, Selasa, 13 Oktober 2026 (Foto: Sajadi/MINA)

Jakarta, MINA – Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) RI menargetkan pengumpulan Zakat, Infak, Sedekah, dan Dana Sosial Keagamaan Lainnya (ZIS-DSKL) secara nasional mencapai Rp70 triliun pada 2027.

Target tersebut mencakup BAZNAS pusat dan daerah serta Lembaga Amil Zakat (LAZ) di seluruh Indonesia.

Target itu disampaikan Ketua BAZNAS RI Sodik Mudjahid dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BAZNAS 2026 bertema “Konsolidasi Zakat Indonesia yang Produktif dan Berdampak” yang berlangsung pada 13–15 Oktober 2026 di Jakarta.

“Sesuai Rencana Strategis BAZNAS 2026 hingga 2031, pada tahun 2027 kami menargetkan pengumpulan zakat, infak, sedekah, dan dana sosial keagamaan lainnya secara nasional sebesar Rp70 triliun,” ujar Sodik, Selasa (13/10).

Baca Juga: Karhutla Belum Berstatus Bencana Nasional, Menko Polkam sebut Indonesia Masih Sanggup

Ia mengatakan, pencapaian target tersebut membutuhkan sinergi seluruh BAZNAS provinsi dan kabupaten/kota, dukungan pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, serta lembaga amil zakat mitra.

Sodik optimistis penguatan kolaborasi dan pengelolaan zakat dapat menjadikan BAZNAS sebagai salah satu kekuatan dalam upaya pengentasan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Dengan arahan Ketua MPR tadi, serta dukungan dari Bapak Presiden RI seperti yang selama ini diberikan kepada BAZNAS, kerja keras dan kerja cerdas, kita semua yakin BAZNAS dapat menjadi kekuatan nyata dalam mengentaskan kemiskinan dan menyejahterakan bangsa,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan zakat juga diharapkan mampu mendorong perubahan kondisi ekonomi penerima manfaat agar kelak dapat menjadi pemberi zakat.

Baca Juga: Kiai Cholil Nafis Serukan Boikot Ceramah Alwi Assegaf, Ini Pemicunya

“Setiap penerima manfaat adalah saudara kita yang sedang kita bantu bangkit, dari mustahik menjadi muzaki,” tambahnya.

Pembukaan Rakornas BAZNAS 2026 dihadiri sejumlah pejabat negara, antara lain Ketua MPR RI Ahmad Muzani, Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Menteri Agama Nasaruddin Umar, Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf, serta Menteri Koperasi Ferry Juliantono.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Abdalfatah Ahmed Khalil Alsattar juga hadir dalam kegiatan tersebut.

Rakornas diikuti sekitar 1.300 peserta yang mewakili BAZNAS provinsi serta kabupaten/kota dari seluruh Indonesia. Forum ini menjadi wadah koordinasi untuk memperkuat konsolidasi pengelolaan zakat nasional dan meningkatkan dampaknya terhadap kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga: Hari Santri 2026 Usung Tema ‘Santri Menguatkan Negeri’, Kemenag Rilis Logo dan 10 Agenda

Rangkaian kegiatan turut menghadirkan dua sesi Zakat Strategic Talks bersama sejumlah tokoh, di antaranya Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Dudung Abdurachman, Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad, Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi sekaligus Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

Rakornas BAZNAS 2026 dijadwalkan ditutup pada Kamis (15/10) dengan pembacaan Resolusi Jihad Zakat untuk Kesejahteraan Bangsa, kemudian dilanjutkan dengan penyelenggaraan Grand BAZNAS Awards 2026.

Melalui target pengumpulan Rp70 triliun pada 2027, BAZNAS berharap konsolidasi zakat nasional semakin kuat sehingga dana ZIS-DSKL dapat dikelola secara produktif dan memberikan manfaat lebih luas bagi masyarakat, terutama kelompok yang membutuhkan.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Karhutla Gunung Sumbing Meluas, Seluruh Jalur Pendakian Ditutup

Rekomendasi untuk Anda