Temanggung, MINA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menutup total seluruh jalur pendakian Gunung Sumbing, Selasa (20/10).
Penutupan dilakukan untuk mencegah api dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kabupaten Wonosobo merambat ke Temanggung.
Kepala Pelaksana BPBD Temanggung Totok Nursetyanto mengatakan, kebakaran berada di atas Pos 4, pada area yang banyak ditumbuhi ilalang kering.
Angin yang bertiup ke arah barat daya dikhawatirkan membawa api menuju kawasan Garung dan Posong. “Penutupan ini langkah antisipasi sekaligus untuk menjaga keselamatan masyarakat,” ujarnya, sebagaimana dikutip dari Antara.
Baca Juga: Hari Santri 2026 Usung Tema ‘Santri Menguatkan Negeri’, Kemenag Rilis Logo dan 10 Agenda
Penutupan mencakup jalur Bimawari, Banaran, Batursari, dan Bowongso. Gunung setinggi sekitar 3.371 meter di atas permukaan laut (mdpl) itu berada di perbatasan Temanggung, Wonosobo, dan Magelang.
Petugas gabungan dan relawan, termasuk dari Basecamp Batursari, disiagakan untuk memantau dan mengendalikan api. Mereka juga membuat sekat bakar guna memutus jalur penyebaran api.
Kebakaran di Gunung Sumbing bukan kali pertama terjadi. Pada 1–2 September 2023, kebakaran di lereng gunung ini menghanguskan sekitar 240 hektare lahan di petak 29-I dan 29-II, dan jalur pendakian ikut ditutup sementara.
Totok menambahkan, penanganan karhutla kali ini juga menjadi perhatian di tengah kekeringan dan potensi krisis air bersih di Temanggung.
Baca Juga: Demo Dua Tahun Prabowo-Gibran, Polisi Siapkan Rekayasa Lalu Lintas dan Rute Alternatif
Totok mengimbau calon pendaki mematuhi penutupan jalur, tidak memaksakan beraktivitas di kawasan gunung, dan mengikuti informasi resmi petugas. Hingga berita ini ditulis, belum ada informasi resmi mengenai luas area terbakar maupun batas waktu pembukaan kembali jalur pendakian. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Mahasiswa Gelar Demo Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran di Jakarta Hari Ini
















Mina Indonesia
Mina Arabic